Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Api Misterius di Sleman, UGM Temukan Resin PVC pada Residu Pembakaran
Tim Laboratorium Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM mengerahkan georadar untuk menyelidiki fenomena api misterius di rumah warga Seyegan Sleman. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Tim pakar UGM memastikan api misterius di Sleman bukan akibat gas alam, fosfin, atau rembesan bawah tanah setelah melakukan pengujian medan elektromagnetik dan analisis residu pembakaran.
  • Hasil uji FTIR menemukan resin PVC pada residu kebakaran yang mudah terbakar bila terkena sumber api, serta menjelaskan deteksi gas hidrogen sebelumnya akibat fenomena cross sensitivity dengan gas HCl.
  • UGM menyimpulkan sumber api perlu pemantik eksternal dan menyerahkan hasil penelitian lengkap kepada BPBD Sleman untuk tindak lanjut sesuai kewenangan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Tim pakar UGM memastikan fenomena api misterius yang terjadi di kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, tidak dipicu gas alam maupun gas hidrogen (H2), gas fosfin (PH3), yang sebelumnya sempat diduga sebagai penyebab.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, tim menyimpulkan sumber kebakaran juga tidak berkaitan rembesan gas dari bawah permukaan tanah.

1. Ada resin PVC pada residu pembakaran

Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menjelaskan kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim melakukan serangkaian pengujian dan analisis dengan mengacu pada prinsip teori segitiga api. Hasil pengukuran menunjukkan medan elektromagnetik di lokasi berada pada tingkat aman dan tidak berperan sebagai pemantik kebakaran.

"Yang berarti bukan pemantik nyala api. Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai), tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," kata Alva di Fakultas Teknik UGM, Sabtu (13/6/2026).

Sebagai bagian dari investigasi, pada Jumat (12/6) tim mengambil sampel residu kebakaran yang menempel pada permukaan dinding keramik, kayu, dan tripleks di rumah Fia.

Sampel tersebut dianalisis menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil analisis menunjukkan adanya kandungan poly vinyl chloride (PVC) pada residu pembakaran, suatu temuan yang dinilai tidak lazim ditemukan pada permukaan material tersebut.

Menurut Alva, resin PVC diketahui merupakan material yang mudah terbakar apabila bertemu dengan sumber api atau ignition. Selain itu, hasil penelitian juga menjelaskan kemungkinan penyebab terdeteksinya gas hidrogen dalam pengukuran sebelumnya.

Alva menerangkan ketika PVC terbakar, material tersebut menghasilkan gas hidrogen klorida (HCl). Gas ini dapat terbaca sebagai gas hidrogen oleh alat deteksi tertentu yang menggunakan sensor membran H2, suatu fenomena yang dikenal sebagai cross sensitivity.

Keberadaan atom hidrogen dalam molekul hidrogen klorida dapat memicu reaksi pada elektroda sensor hidrogen sehingga alat mendeteksi seolah-olah terdapat gas hidrogen di lokasi.

2. Sumber api butuh dipantik agar tersulut

Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Temuan mengenai residu PVC tersebut diperkuat analisis anggota tim PKPE, Sarju Winardi, dosen sekaligus Asisten Profesor Departemen Teknik Geologi UGM. Menurut Sarju. Residu PVC yang ditemukan diduga berasal dari suatu substansi campuran solvent atau zat pelarut.

"Yang residu itu adalah sisa dari solid materialnya, yang menjadi sumber dari, api itu adalah campuran solvent-nya. Jadi rupa-rupanya materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur ya, dengan sesuatu pelarut, solvent. Nah, pelarut inilah yang kemudian lepas sebagai, yang menghasilkan api," jelas Sarju.

Ia menambahkan, residu PVC semacam itu lazim ditemukan pada sisa pembakaran material yang mengandung solvent, seperti lem atau cat.

Meski demikian, keberadaan solvent tidak serta-merta menjelaskan penyebab awal kebakaran. Sarju menegaskan zat pelarut tersebut tidak dapat terbakar dengan sendirinya atau mengalami self-ignition pada suhu kamar.

"Ini harus dipantik oleh sesuatu yang kami tidak tahu, karena kami tidak pada tahap sampai ke sana," sambungnya.

3. Hasil penelitian diserahkan ke BPBD

Tim Laboratorium Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM mengerahkan georadar untuk menyelidiki fenomena api misterius di rumah warga Seyegan Sleman. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sarju menegaskan timnya tidak melakukan investigasi lebih lanjut terkait mekanisme penyulutan api maupun pihak atau faktor yang mungkin menjadi pemantik kebakaran. Setelah seluruh rangkaian penelitian tersebut dilakukan, PKPE menyatakan investigasi ilmiah mereka terhadap fenomena api di rumah Fia telah selesai.

Hasil penelitian selanjutnya diserahkan kepada BPBD Sleman untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki.

Editorial Team

Related Article