Istilah "londo ireng" mendadak ramai diperbincangkan usai Presiden Prabowo Subianto memakainya buat menyindir jurnalis, pengamat, sampai lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ucapan itu dilontarkan Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir PKB di JCC Senayan, Kamis (23/7/2026), dan langsung memicu protes keras dari sejumlah organisasi pers yang menuntut permintaan maaf resmi.
Tapi sebelum ikut larut dalam perdebatan soal maksud sindirannya, ada baiknya kamu kenalan dulu sama asal usul istilah ini yang sebenarnya. "Londo ireng" bukan kata baru, melainkan sebutan yang lahir dari peristiwa sejarah kolonial hampir dua abad silam. Simak lima faktanya berikut ini!
