2 Korban Ledakan Mercon di Srigading Dirujuk ke RSUP Sardjito

- Dua remaja di Bantul mengalami luka bakar serius akibat ledakan mercon saat meracik bahan peledak di rumah salah satu korban pada Minggu pagi, 22 Februari 2026.
- Keduanya, FZA dan AAN, sempat dirawat di RSUD Saras Adyatma sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut karena kondisi luka yang berat.
- Polisi telah memeriksa lima saksi terkait insiden ini, namun asal bahan pembuat mercon belum diketahui karena kedua korban masih menjalani perawatan intensif.
Bantul, IDN Times - Dua orang mengalami luka bakar akibat ledakan mercon di Padukuhan Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban diketahui berinisial FZA (19), warga Padukuhan Wonoroto, Kalurahan Gadingsari, dan AAN (18), warga Padukuhan Ngunan Unan. Keduanya sama-sama berasal dari Kapanewon Sanden. FZA mengalami luka bakar hingga 58 persen, sementara AAN menderita luka bakar 82 persen, patah tulang pada salah satu jari tangan kanan, serta penurunan pendengaran.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma Bantul, drg. Tri Wahyuni, M.P.H., mengatakan kedua korban sempat mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit tersebut.
"Korban AAN selanjutnya kita rujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta karena kondisi luka yang butuh peralatan yang lengkap serta butuh dokter spesialis. Jadi setelah kita tangani awal langsung kita rujuk ke RS Sardjito," ucapnya, Senin (23/2/2026).
1. FZA menyusul ke RSUP Sardjito

Korban FZA yang tiba di RSUD Saras Adyatma bersama AAN sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat hingga siang hari. Namun, melihat kondisi korban, pihak rumah sakit akhirnya memutuskan untuk merujuk FZA ke RSUP Sardjito Yogyakarta.
"Minggu (22/2/2026) siang FZA akhirnya kita rujuk ke RS Sardjito untuk penanganan lebih intensif," ungkapnya.
2. Lima saksi dimintai keterangan penyidik
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto, mengatakan penyidik telah memeriksa lima saksi pascaledakan mercon tersebut. Satu saksi merupakan warga di sekitar lokasi kejadian, sementara empat saksi lainnya adalah teman dari kedua korban yang berada di tempat kejadian perkara saat ledakan terjadi.
"Sedangkan dua korban yakni AAN dan FZA belum dapat dimintai keterangan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya.
"Karena korban FZA belum bisa dimintai keterangan sehingga penyidik belum mengetahui asal muasal bahan untuk meracik mercon," tambahnya.
3. Kronologi kejadian yang menyebabkan korban luka-luka

Rita menjelaskan, ledakan mercon bermula pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, AAN dan FZA bersama empat temannya datang ke rumah AAN di Padukuhan Ngunan Unan, Kalurahan Srigading.
FZA diketahui membawa bubuk mesiu atau mercon seberat empat ons serta plastik warna transparan. Ia mengajak membuat mercon, namun hanya AAN yang bersedia. Keduanya kemudian meracik mercon di teras rumah bagian selatan yang berdekatan dengan kursi, sementara empat temannya duduk di kursi di sebelah timur mereka.
Teman-teman korban melihat keduanya memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik, menambahkan batu kecil atau kerikil, lalu mengikatnya dengan plester bening sebelum meletakkannya di dekat mereka. Satu mercon berhasil dibuat. Namun saat meracik mercon kedua dan belum sempat diikat, tiba-tiba terdengar ledakan keras yang membuat atap plafon, kaca jendela, serta lantai di lokasi kejadian retak.
"Kemudian teman-teman kedua korban melihat kedua korban sudah dalam keadaan terluka di beberapa bagian tubuhnya hingga mengeluarkan banyak darah. Kedua korban selanjutnya korban dibawa ke RSUD Saras Adyatma dengan menggunakan sepeda motor," ujarnya.

















