Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Strategi Menjaga Konsentrasi Kerja Selama Berpuasa, Tetap Fokus

7 Strategi Menjaga Konsentrasi Kerja Selama Berpuasa, Tetap Fokus
ilustrasi puasa (pexels.com/Thirdman)

Tantangan utama bekerja saat Ramadhan adalah penurunan energi yang sering mengganggu konsentrasi. Namun, anggapan bahwa puasa menghambat fokus ternyata kurang tepat. Russell Poldrack, seorang psikolog dari Stanford University, menjelaskan puasa sebenarnya adalah sarana melatih pengendalian diri.

Jika kalau kamu merasa sulit konsentrasi, mungkin ada pola yang perlu diperbaiki. Yuk, simak tujuh trik berikut agar kerjamu tetap maksimal.

1. Disiplin menjalankan jam kerja

pexels-jakubzerdzicki-33266833.jpg
ilustrasi mencatat to do list (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Baik puasa atau tidak, disiplin jadi faktor penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Sebelum mulai bekerja, sebaiknya atur agenda dengan baik selama di kantor dan disiplin menjalaninya.
Biasanya, energi di siang hingga sore hari mulai menurun karena puasa, maka atur kegiatan yang tidak terlalu berat di waktu tersebut. Misalnya mencatat atau tugas lain yang lebih mudah dilakukan. Sedangkan, pekerjaan yang mendesak dan butuh pemikiran yang tajam seperti rapat dilakukan di pagi hari, ya.

2. Hilangkan distraksi

ilustrasi musik
ilustrasi musik dan seni jadi alat perubahan sosial (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau kamu termasuk orang yang sulit fokus, menghilangkan distraksi jadi faktor penting untuk menjaga konsentrasi. Caranya matikan ponsel, tutup pintu, dan dengarkan musik instrumental atau murotal yang bisa memusatkan perhatian.

Jika perlu, tuliskan pada status media sosial atau aplikasi chatting bahwa kamu tidak bisa diganggu saat jam kerja. Dengan ini, orang tidak akan mengusikmu. Apalagi jam kerja di bulan Ramadan yang terbilang lebih singkat, kamu membutuhkan fokus lebih tinggi. Jangan sampai waktu buka puasa bareng keluarga harus menyelesaikan tugas yang tertunda. 

3. Luangkan waktu untuk hening dengan zikir

Ilustrasi zikir (pexels.com/RDNE Stock project)
Ilustrasi zikir (pexels.com/RDNE Stock project)

Ada saatnya tubuh dan pikiran terasa lelah hingga sulit untuk fokus, kalau sudah begini, gak ada salahnya untuk istirahat sekitar 5-15 menit untuk hening. Di momen ini, kamu bisa melakukan zikir, lho.

Ambil air wudu, duduk di tempat yang sunyi, atur napas perlahan, dan berzikir, maka pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks. 

4. Hindari multitasking

Ilustrasi multitasking
Ilustrasi multitasking (unsplash.com/ MarkusWinkler)

Meski terlihat lebih cepat, multitasking dapat membuat pikiran mudah kalut. Alhasil, risiko kelalaian pada detail penting jadi lebih besar. Multitasking dapat mengalihkan fokus sehingga tugas-tugas yang kamu lakukan jadi kacau balau. Bukannya lebih cepat selesai, malah membuatmu harus memperbaiki semuanya yang menghabiskan waktu lebih banyak.

So, daripada membuang-buang waktu untuk mengulang, ada baiknya kerjakan tugas satu per satu sesuai dengan prioritas. Jika fokus tetap terjaga, error jadi minim dan semua tugas selesai tepat waktu deh.

5. Makan makanan yang sehat

ilustrasi makanan sehat
ilustrasi makanan sehat (freepik.com/freepik)

Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membuat otak tetap fokus, jadi pilihlah makanan yang tidak menghilangkan cairan dalam tubuh secara cepat. Kurangi makan manis, berminyak, dan jangan terlalu asin agar bisa menjaga hidrasi tubuh.

Di samping itu, makanan seperti kacang-kacangan, telur, dan ikan dapat menjadi menu yang baik untuk dikonsumsi di bulan puasa, lho. Konsumsi makaan ini bisa meningkatkan fungsi kognitif otak karena mengandung mangan, seng, selenium, omega-3, dan tembaga. Buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, apel, pir, jeruk, dan melon bagus dimakan untuk mengisi ulang cairan dalam tubuh, nih.

6. Tidur siang

ilustrasi tidur siang
ilustrasi tidur siang (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Jika biasanya istirahat siang diisi dengan makan, maka di bulan puasa ini kamu bisa menggantinya dengan istirahat. Beberapa penelitian ilmiah menerangkan bahwa tidur siang sekitar 10-20 menit dapat mengembalikan fokus. 

Usahakan untuk tidur siang dengan durasi pendek, ya. Jika tidur di atas 20 menit, otak jadi malas untuk berpikir. Akhirnya otak malah jadi lemot, deh.

7. Detoks kebiasaan buruk

ilustrasi dilarang merokok di dalam pesawat
ilustrasi dilarang merokok di dalam pesawat (pexels.com/George Morina)

Ramadan sering dimanfaatkan sebagai momentum membersihkan diri, baik fisik maupun mental. Kamu bisa mulai menghentikan kebiasaan merokok di siang hari serta mengurangi asupan lemak dan kafein yang berlebihan. Proses ini secara alami akan melatih tubuh dan pikiran untuk meninggalkan gaya hidup tidak sehat. Hasilnya, tubuh lebih bugar dan pikiran tetap aktif sepanjang hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Ormas Joxzin Desak Polres Bantul Tangkap Pelaku Pembunuhan di Sedayu

27 Feb 2026, 15:48 WIBNews