Sleman, IDN Times - Gelaran Mandiri Marathon yang melintasi kawasan sekitar Candi Prambanan yang akan berlangsung pada Minggu (22/6/2025) menuai respons dari perwakilan warga yang bermukim di sebelah utara candi.
Warga Tanggapi Gelaran Marathon di Sekitar Candi Prambanan

1. Warge keluhkan akses jalan ditutup hingga suara bising
Ketua RW 31, Padukuhan Pulerejo, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sigit Purwita mengatakan gelaran Mandiri Marathon yang diikuti ribuan peserta menyebabkan penutupan jalan serta kebisingan. Kondisin ini menjadi keluhan utama warga yang merasa aktivitas harian mereka terganggu setiap kali event ini digelar.
"Penolakan warga ini secara terbuka disampaikan kepada panitia dan Pemkab Sleman serta pengelola Taman Candi Prambanan, yaitu PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC). Akses warga yang bekerja serabutan di wilayah Yogyakarta jelas sangat terganggu," katanya, Sabtu (20/6/2025).
"Warga saya kesulitan saat hendak berangkat kerja karena ruas jalan utama ditutup sejak dini hari hingga siang," imbuhnya.
2. Pedagang yang ingin jualan ke pasar harus mencari jalan memutar
Tak hanya itu, para pedagang yang biasa menuju pasar, harus memutar jauh mencari jalan alternatif. “Kalau pagi-pagi kami mau jualan ke pasar, harus lewat jalan yang lebih jauh. Yang ke masjid juga susah, harus lewat gang kecil. Ini bukan sekali dua kali,” jelasnya.
Selain soal akses, kata Sigit, warga juga mengeluhkan polusi suara yang muncul dari suara peserta, panitia, hingga pengeras suara yang digunakan selama event berlangsung. Menurut mereka, tidak ada upaya mitigasi kebisingan maupun kompensasi dari pihak penyelenggara.
“Kami bukan anti acara besar. Tapi kenapa harus mengorbankan kami yang tinggal di sini? Selama ini kami belum pernah dapat kompensasi apapun. Panitianya juga entah di mana, kami tidak tahu alamatnya,” ujar Sigit.
3. Warga berharap pihak penyelenggara bisa berkomunikasi dengan warga
Sigit mengaku kesulitan untuk menyampaikan aspirasi warga yang merasa dirugikan. Warga berharap pihak panitia dapat membuka ruang dialog dan memberikan solusi yang adil. Mereka meminta agar penyelenggara lebih memperhatikan dampak sosial dari event besar yang melibatkan ruang hidup warga.
“Kalau bisa, panitia datang ke kampung sini. Dengarkan kami, jangan cuma lihat Candi Prambanan sebagai latar indah untuk event,” tuturnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Candi Prambanan Tempat Wisata Terfavorit di Sleman saat Libur Lebaran08 Apr 2025, 16:43 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Ini Nama Candi di Kompleks Candi Prambanan, Jumlahnya Ratusan 12 Jul 2026, 23:19 WIB
- 5 Alasan Berlari Maraton Bisa Menurunkan Risiko Diabetes30 Apr 2025, 21:49 WIB