Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, di Kantor DPW Partai Ummat DIY, Sabtu (25/8/2023). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Terpenting bagi Ridho, pihaknya merasa sekarang ini wacana atau bahkan upaya pencapresan dan membentuk koalisi yang berlandaskan proses pragmatis. Artinya, tidak ada titik singgung di antara elemen-elemen yang kemudian membentuk koalisi.
Hal ini seperti halnya wacana memasangkan Ganjar dan Anies yang lebih terkesan dipaksakan.
"Jadi kekhawatiran kita itu gini, ketika urusan copras capres itu disandarkan pada proses-proses yang pragmatis, ataupun kalau ada koalisi, koalisi yang tidak berdasarkan titik singgung yang sifatnya ideal atau yang minimal mendekati ideologis lah berusaha ke arah sana," paparnya.
"Jadi titik singgung koalisi sekarang itu apa, yang kita lihat sekarang hampir-hampir tidak ada, jadi mereka kosong saja, makanya mudah pecah kongsi. Akhirnya juga ketika memasangkan seperti main-main saja, padahal ini urusan satu negara," lanjut menantu Amien Rais itu.