Arifan Drepan saat acara perkenalan dan ramah tamah kepada awak media - IDN Times/Rijalu Ahimsa
Menurut Arifan, menjadi seorang influencer atau selebgram itu ada dua faktor yang memengaruhi, yaitu faktor ketidaksengajaan dan faktor kesengajaan.
"Jadi ada beberapa faktor yang tidak disengaja, ada beberapa faktor yang benar-benar dirangkum untuk mem-branding diri kita. Salah satu yang tidak sengaja itu adalah keviralan. Kita upload video tau-tau viral nah itu berujung nantinya akan datang brand-brand yang masuk untuk mempromosikan suatu brand. Nah maka dari itu let it flow yang tidak disengaja tadi menjadi influencer karena kenapa? Karena viralnya, karena tidak disengaja tadi," ungkapnya.
Arifan juga mengungkapkan faktor kesengajaan, yang artinya influencer atau selebgram benar-benar membuat konsep untuk melakukan branding diri.
"Kalau misalnya yang disengaja yang benar-benar terkonsep, itu yang benar-benar salah satu langkah utamanya dia harus punya konten, dia harus punya citra diri, dia harus membangun siapa dia ini, dan dikenal sebagai apa nantinya di sosial media ini tadi, about branding," ungkapnya.
Arifan juga menambahkan bahwa menjadi seorang influencer atau selebgram saat ini tidak hanya berpatokan pada pengikut yang banyak saja, namun seberapa besar pengaruh mereka bisa meng-influence orang terutama para pengikutnya di sosial media.
Arifan juga mengatakan bahwa saat ini pun brand lebih memerhatikan engagement dan insight dari sosial media influencer atau selebgram daripada jumlah pengikutnya.