Ilustrasi rapid test. IDN Times/Dini Suciatiningrum
Berdasarkan keterangan Berty, kasus baru tersebut berasal dari Bantul sebanyak 3 orang, Gunungkidul 2 orang, dan Kulon Progo 2 orang. Beberapa di antaranya terjadi akibat transmisi lokal. Ada pula pasien yang berasal dari keluarga tenaga kesehatan.
Adapun pasien baru tersebut teregistrasi sebagai Kasus 367 sampai dengan 373. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Kasus 367, perempuan, 22 tahun, Bantul. Riwayat kontak Kasus 340.
2. Kasus 368, perempuan, 60 tahun, Kulon Progo. Riwayat kontak kasus 342.
3. Kasus 369, laki-laki, 58 tahun, Kulon Progo. Riwayat masih dalam penelusuran.
4. Kasus 370, laki-laki, 12 tahun, Gunungkidul. Riwayat keluarga nakes.
5. Kasus 371, perempuan, 59 tahun, Gunungkidul. Riwayat masih dalam penelusuran.
6. Kasus 372, laki-laki, 75 tahun, Bantul. Riwayat kontak kasus 295.
7. Kasus 373, laki-laki, 16 tahun, Bantul. Riwayat dari skrining pasien RS.
Menyoroti peningkatan transmisi lokal beberapa hari belakangan ini, Berty masih berpatokan pada instruksi dari Kementerian Kesehatan.
"Sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, setiap kasus harus dilakukan tracing sampai tuntas, jadi ini tetap kita lakukan secara masif," tuturnya.