Ribuan pesepeda mengikuti kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) ke-195 di Kota Yogyakarta, Jumat (31/7/2026) malam. (IDN Times/Paulus Risang)
Kuncung (30), warga Kabupaten Sleman, juga mengaku rutin mengikuti Jogja Last Friday Ride (JLFR). Ia rela menempuh perjalanan sekitar 35 menit dari rumahnya di kawasan Jalan Kaliurang menuju Malioboro untuk mengikuti kegiatan yang digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan itu. Menurutnya, ini merupakan kali ketiga ia berpartisipasi dalam JLFR.
“Ya ikut meramaikan acara aja Mas. Ini kan acara tiap akhir minggu di akhir bulan,” tuturnya.
Kuncung berharap seluruh peserta dapat menjaga ketertiban dan kondusivitas selama bersepeda agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga budaya bersepeda di DIY terus berkembang.
“Ya buat rekan-rekan JLFR, lebih hati-hati di jalan, jaga kondusivitas. Semoga besok ke depannya lebih maju, orang-orang yang naik sepeda lebih banyak,” tutupnya.
JLFR merupakan gerakan komunitas yang menjadi wadah masyarakat DIY untuk bersepeda bersama setiap Jumat terakhir setiap bulan. Meski pada sejumlah penyelenggaraan sebelumnya sempat menuai pro dan kontra karena kemacetan serta perilaku sebagian peserta, kegiatan tersebut dinilai dapat berlangsung tertib melalui kolaborasi antara penyelenggara, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pemangku kepentingan.