Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Selesai Dibangun, KNMP di Bantul masih Kekurangan Fasilitas SPBN‎
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
  • KNMP di Bantul resmi rampung dan dikunjungi Menteri Kelautan serta Ketua Komisi IV DPR RI, namun masih kekurangan fasilitas penting berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
  • KNMP Bantul menjadi proyek pertama di DIY dari total 100 kampung nelayan yang dibangun nasional, dengan harapan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nelayan setempat.
  • HNSI Bantul mengapresiasi pembangunan KNMP namun menekankan perlunya bimbingan, pelatihan, serta dukungan sarana bagi nelayan muda, pengolah, dan pemasar hasil tangkapan ikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Bantul di Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Rabu (4/3/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono menilai bangunan KNMP di Bantul sudah cukup bagus dengan fasilitas yang terbilang lengkap. Ia berharap keberadaan KNMP dapat mendorong produktivitas nelayan di Bantul terus meningkat.

"Hanya satu saja masalahnya yakni belum adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN)," ujarnya.

1. SPBN akan segera dibangun di KNMP Bantul

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (IDN Times/Daruwaskita)

Menanggapi belum tersedianya fasilitas SPBN, Trenggono mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Komisi IV DPR RI. Ia berharap fasilitas tersebut dapat segera dibangun dalam waktu dekat.

"Doakan saja semoga dalam waktu dekat sudah terbangun," tuturnya.

Seiring rampungnya pembangunan KNMP di Bantul, Trenggono juga meminta agar fasilitas tersebut dijaga dengan baik. Ia menegaskan KNMP merupakan milik seluruh nelayan sehingga keberadaannya harus dimanfaatkan dan dirawat bersama.

"Fasilitas yang bagus ini mohon dijaga sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh nelayan," tandasnya.

"Karena bangunan KNMP sangat bagus dan lokasinya indah, dekat pantai maka boleh besok untuk tempat resepsi pernikahan," tambah Trenggono sembari tersenyum.

2. ‎KNMP di Bantul merupakan KNPM pertama di DIY

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto. (IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyebut pada 2025 hanya ada 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dibangun di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, salah satunya berada di Kabupaten Bantul.

"Jadi KNMP itu yang dibangun di DIY pertama kali hanya ada di Bantul dan belum ada di daerah lainnya di DIY," katanya.

Titiek berharap keberadaan KNMP di Bantul benar-benar memberi manfaat bagi seluruh nelayan di Kabupaten Bantul. Selain pembangunan kawasan, nelayan juga mendapat bantuan kapal lengkap dengan mesin serta alat tangkap ikan.

" Jadi tinggal SPBN saja yang belum dibangun di KNMP di Bantul, semoga dalam waktu cepat segera bisa dibangun dan bisa bermanfaat bagi seluruh nelayan," tandasnya.

3. ‎Nelayan, pengolah, dan pemasar hasil tangkapan masih butuh bimbingan dan pelatihan‎

Bantuan kapal, mesin dan alat tangkap untuk KNMP Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bantul, Suyanto, menyampaikan terima kasih atas terbangunnya Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bantul. Ia juga mengaku bangga atas perhatian pemerintah kepada nelayan, termasuk unsur pendukung seperti pengolah dan pemasar hasil tangkapan.

"Tentunya kami masih butuh bimbingan dan arahan serta bantuan kedepannya. Sebab sebagai nelayan muda di Bantul ini kami perlu bimbingan dan arahan agar kedepannya bisa memberikan penghasilan yang layak bagi keluarga nelayan," katanya.

"Kami juga butuh bimbingan untuk nelayan, pengolahan dan pemasaran hasil tangkapan ikan nelayan termasuk sarana dan prasarana lainnya," tambahnya lagi.

Editorial Team