Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Satpol PP Cari Pria Rompi Jaga Warga Diduga Semprot Merica ke Wajah Sema UGM
Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (2/9/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
  • Satpol PP DIY menelusuri identitas pria berompi Jaga Warga yang diduga menyemprot cairan merica ke wajah Ketua Umum SEMA UGM, Mesa Syafitra, saat demo di Yogyakarta.
  • Kepala Satpol PP DIY menyatakan Jaga Warga telah diimbau menjaga lingkungan masing-masing selama aksi berlangsung, sedangkan pengamanan unjuk rasa menjadi ranah Polri dan TNI.
  • Mesa mengaku disemprot saat berjalan mundur memastikan peserta aksi tidak tertinggal atau tersandera; ia kemudian mendapat penanganan medis dengan pembasuhan wajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Satpol PP DIY buka suara soal video seorang pria memakai rompi Jaga Warga menyemprotkan cairan merica ke wajah Ketua Umum SEMA UGM, Mesa Syafitra saat aksi unjuk rasa di Perempatan Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026).

Satpol PP selaku pembina Jaga Warga mengklaim sebelumnya telah memberi arahan untuk tetap berada di lingkungan masing-masing ketika demo.

1. Telusuri sosok pria di video

Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta pada Selasa (2/9/2026), bubar setelah bertahan sekitar enam jam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji menuturkan, pihaknya akan menelusuri video yang dimaksud guna memastikan identitas pria berompi Jaga Warga. "Akan kami lakukan penelusuran," kata Bagas, Kamis (3/9/2026).

Namun Bagas mengaku tak bisa menerka siapa sosok di video lantaran Jaga Warga terdiri dari banyak elemen masyarakat. Baginya, tindakan menyemprot cairan merica seperti di video, bisa dilakukan oknum atau orang yang sekadar mengaku-ngaku dan mengenakan rompi Jaga Warga.

"Kan yo jenenge aparat pemerintah atau mungkin tugas juga ada yang melakukan hal itu kan, tapi itu istilahnya kan oknum ya. Apalagi kan jumlah Jaga Warga di Jogja itu kan ratusan ribu ya," kata Bagas.

2. Larangan Jaga Warga ke lokasi demo

Bagas menerangkan, kewenangan Jaga Warga ada di tingkat kelurahan, sementara Satpol PP bertugas membina. Namun Bagas mengklaim pihaknya telah memberikan instruksi agar para personel Jaga Warga tetap menjaga lingkungan masing-masing saat terjadi demo.

"Sebetulnya kejadian yang malam itu ada aksi demo di perempatan Gramedia, kami sudah mengimbau kepada seluruh Jaga Warga untuk menjaga di lingkungannya," jelas Bagas.

"Jadi untuk menjaga di lingkungan masing-masing terkait untuk warganya untuk tidak terprovokasi," sambungnya. Ia menyampaikan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa sudah masuk ranah dari Polri maupun TNI.

3. Video dugaan Sema UGM disemprot merica

Mesa Syafitra, Ketua Umum SEMA UGM membagikan video berdurasi 21 detik saat aksi di Perempatan Gramedia ia disemprot cairan yang diduga berisi air merica ke wajahnya.

"Saya menggunakan baju putih itu, berjalan mundur sembari memastikan tidak ada kawan yang tertinggal atau tersandera. Namun, seseorang menggunakan vest (rompi) Jaga Warga menyemprot merica ke wajah saya," kata Mesa.

Mesa kemudian mendapat penanganan dari tim medis dengan menggunakan air dari botol oranye untuk membasuh wajahnya. Video momen ini beredar di media sosial.

"Kawan-kawan medis sigap membantu dengan menyemprotkan cairan Mylanta dari botol oranye. Tim medis yang turun ke jalan bukan membawa senjata untuk menyerang, melainkan membawa obat-obatan untuk merawat kemanusiaan yang terluka," tegas Mesa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article