Ratusan Orang Gelar Aksi di Simpang Empat Gramedia, Ini Tuntutannya

- Ratusan anggota Aliansi Masyarakat Sipil menggelar demonstrasi di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, pada 2 September 2026 dengan orasi dan aksi teatrikal.
- Massa menuntut pengusutan kematian Bambang Setiawan, mengkritik anggaran pertahanan dibanding kesejahteraan guru, serta mempertanyakan pemulihan bencana dan karhutla.
- Demonstran menyoroti korban luka dan jiwa sejak gelombang aksi Agustus 2025, termasuk Reza Sendi Pratama, serta meminta penyelesaian temuan tim pencari fakta.
Yogyakarta, IDN Times - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (2/9/2026).
Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya pengusutan kasus kematian Bambang Setiawan, penjual cermin yang tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, 27 Agustus 2026 lalu.
1. Pertanyakan pemulihan bencana alam hingga karhutla

Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (2/9/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati) Massa membawa sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan melakukan orasi dan aksi teatrikal di tengah perempatan. Melalui orasinya, massa menyuarakan berbagai macam tuntutan, di antaranya kritik besarnya anggaran pertahanan di era Pemerintahan Prabowo Subianto yang kontras dengan kesejahteraan guru.
Beberapa orator juga mempertanyakan keseriusan pemerintahan dalam pemulihan bencana Aceh dan Sumatra, gempa bumi NTT serta kebakaran hutan lahan (karhutla) di Kalimantan.
"Saya keluarga korban bencana NTT. Saat Prabowo ke sana, yang ditanyakan Prabowo apa, program MBG. Ditanyakan ke orang-orang di tenda yang trauma gempa. Empatinya di mana," katanya.
Orator lain menuntut negara mengusut misteri tewasnya Bambang Setiawan yang diduga lantaran aksi kekerasan. Massa menyesalkan jatuhya korban dari masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi.
"Pembunuhan Bambang Setiawan membuat kita dibenturkan. Itu untuk membuat masyarakat takut, tapi kita hari ini di sini, kita tidak takut," kata si orator. Massa juga menuntut pembubaran organisasi masyarakat (ormas) yang bertindak anarkis dan selalu menebar ketakutan.
2. Sesalkan jatuhnya korban jiwa

Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (2/9/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati) Salah satu orator, Risyad dari UPN Veteran Yogyakarta mengatakan, selain kasus Bambang Setiawan, pihaknya juga menuntut penyelesaian berbagai persoalan yang timbul sejak gelombang demonstrasi pada Agustus 2025. Termasuk adanya korban luka dan jatuhnya korban jiwa.
"Pun akhirnya prahara Agustus tahun lalu sudah setahun belum ada penyelesaiannya. Baik dari temuan-temuan tim pencari fakta, sampai hari ini tidak terselesaikan dengan baik. Bahkan di Yogyakarta sendiri gitu, mengingat juga almarhum Reza Sendi Pratama yang meninggal satu tahun yang lalu," kata Risyad.


















