Pada Senin kemarin, SPPG Turi Wonokerto tercatat menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menu yang dibagikan terdiri nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KPPG Sleman bersama tim SPPG berkoordinasi dengan pihak sekolah, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.
Untuk mengetahui penyebab kejadian, Puskesmas dan Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan. Sampel yang diperiksa meliputi makanan yang disimpan serta makanan dari proses produksi terakhir. Selain itu, sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan di SPPG juga turut diambil.
KPPG Sleman menegaskan penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"KPPG Sleman menegaskan bahwa penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, KPPG Sleman mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan kajian dari instansi terkait diperoleh," ujarnya mengimbau.
Harsono mengatakan KPPG Sleman akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi MBG di SPPG Turi Wonokerto. Evaluasi mencakup penerapan SOP higiene dan sanitasi, pengawasan proses pengolahan makanan, hingga sistem pengendalian mutu dan keamanan pangan.
Sebagai bagian dari penanganan, KPPG Sleman juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait hingga proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.