Puluhan Guru dan Murid SD hingga SMP di Sleman Positif COVID-19

1. Di Mlat, kasus COVID-19 ditemukan di 2 SMP

Ilustrasi siswa. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana) Ery memaparkan, salah satu SMP swasta yang ada di Kapanewon Mlati, ditemukan puluhan siswa terkonfirmasi positif COVID-19. Kasus berawal saat satu siswa di asrama terkena COVID-19, setelah dilakukan tracing terhadap 90 orang ditemukan sebanyak 30 siswa dan 5 ustad positif COVID-19.
"Ini sudah masuk isolasi di Asrama Haji. Alhamdulillah tidak ada penambahan kasus lagi, tracingnya sudah selesai," ungkap Ery pada Jumat (4/2/2022).
Selain SMP swasta, kasus COVID-19 juga ditemukan di SMP negeri di wilayah yang sama. Kasus berawal seorang pegawai tata usaha yang diketahui positif COVID-19 usai melakukan pemeriksaan mandiri.
"Jumlah tracing 29 kontak erat ditemukan guru dan TU ada tiga positif termasuk kepala sekolah, siswanya tidak ada," terangnya.
Â
2. Kasus COVID-19 juga ditemukan di SD

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan saat pergantian kelas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri 064979, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (1/11/2021). (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio) Masih di kapanewon yang sama, kasus COVID-19 juga ditemukan di sebuah SD swasta. Kasus ini berawal seseorang yang positif COVID-19. Dari hasil tracing ditemukan tujuh siswa dan seorang guru yang positif COVID-19.
"Ini sudah isolasi mandiri di rumah, sudah berjalan sekitar empat hari. Semua kondisinya baik-baik saja," terangnya.
Selain di SD swasta, kasus COVID-19 juga ditemukan di sebuah SD negeri di Mlati. Ery menjelaskan, pada 3 Februari 2022, pihaknya menerima laporan empat siswa positif COVID-19.Â
3. Di Ngaglik, kasus COVID-19 ditemukan di SD dan SMP

Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dasar. (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio) Selain di Kapanewon Mlati, kasus COVID-19 juga ditemukan di sebuah SD swasta yang ada di Kapanewon Ngaglik. Kasus berawal dari satu orang yang dinyatakan COVID-19 pada 29 Januari 2022. Hasil tracing menunjukkan sebanyak 68 guru dan siswa positif COVID-19.
"Sudah isolasi mandiri juga sudah beberapa hari. Kondisinya semua baik-baik," terangnya.
Selain SD swasta di Kapanewon Ngaglik, juga ditemukan kasus COVID-19 di lingkungan SMP negeri. Kasus ini terjadi pada 31 Januari 2022, di mana satu orang guru positif COVID-19. Setelah dilakukan tracing, ditemukan tiga guru dan empat siswa positif COVID-19.


















