Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PSS Sleman dan Rianty Batik Hadirkan Batik Eksklusif Nuansa Super Elja

PSS Sleman dan Rianty Batik Hadirkan Batik Eksklusif Nuansa Super Elja
Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • PSS Sleman berkolaborasi dengan Rianty Batik meluncurkan batik eksklusif bernuansa Super Elja, menampilkan elemen identitas klub seperti logo dan tahun berdiri 1976.
  • Desain batik dikembangkan selama empat hingga lima bulan bersama tim PSS, menghasilkan satu motif dengan empat model pakaian yang dijual mulai Rp295 ribu.
  • Peluncuran dihadiri pemain dan supporter PSS Sleman yang antusias menyambut kolaborasi unik antara dunia sepak bola dan batik khas Yogyakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times – PSS Sleman berkolaborasi dengan Rianty Batik meluncurkan pakaian batik dengan nuansa khas Super Elang Jawa. Kolaborasi ini menghadirkan desain batik eksklusif yang terinspirasi dari identitas dan semangat klub kebanggaan masyarakat Sleman.

CEO Rianty Batik, Aditya Suryadinata mengatakan, kolaborasi dengan PSS Sleman sudah direncanakan sejak lama. Menurutnya, PSS menjadi klub yang menarik untuk diajak bekerja sama karena memiliki basis suporter yang besar dan loyal.

“Memang kami sudah berpikir untuk berkolaborasi dengan klub bola. Kebetulan musim ini kami mendapat kesempatan bekerja sama dengan PSS. Kita sama-sama tahu PSS salah satu klub bola di Indonesia yang suporternya sangat luar biasa,” kata Aditya, di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026).

1. Motif batik bernuansa PSS Sleman

WhatsApp Image 2026-05-07 at 13.29.14-2.jpeg
Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Selain faktor fanatisme suporter, kedekatan identitas dari daerah yang sama, yaitu dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi alasan kuat Rianty Batik menggandeng PSS.

Aditya mengaku tetap ingin mendukung PSS meski musim ini bermain di Liga 2. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk semangat untuk bersama-sama mengembalikan PSS ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kami punya kerinduan untuk saling bahu membahu agar sama-sama berjuang mengembalikan PSS main di Super League (Liga 1). Alhamdulillah tahun ini PSS bisa juara dan musim depan kembali ke Super League,” ujarnya.

Dalam kolaborasi perdana ini, Rianty Batik menghadirkan satu motif khusus yang dibuat eksklusif untuk PSS Sleman. Aditya menyebut desain tersebut tidak sekadar menampilkan gambar elang dan bola, tapi juga memasukkan berbagai elemen identitas klub. “Di dalam motifnya ada logo PSS, ada tahun berdirinya PSS 1976, dan semuanya dari ujung bawah sampai atas itu all about PSS,” jelasnya.

Meski mengusung nuansa sepak bola, Rianty Batik tetap mempertahankan ciri khas produknya yang elegan dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. “Kita buat batik ini tetap punya core seperti produk Rianty selama ini, yaitu elegan, kualitas baik, dan bisa dipakai di mana saja,” katanya.

2. Proses pengembangan desain batik

Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Aditya menyebut pengembangan desain batik juga memakan waktu cukup panjang, yakni sekitar empat hingga lima bulan. Proses tersebut dilakukan bersama tim PSS untuk memastikan motif yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan karakter klub dan suporternya.

“Kami melihat tipikal supporter PSS itu seperti apa, core PSS itu seperti apa. Karena ini pertama kali kami support klub bola, jadi kami benar-benar ingin membuat desain yang sangat PSS,” ungkapnya.

Pada tahap awal, Rianty Batik meluncurkan satu desain dengan empat model pakaian, yakni kemeja lengan pendek, kemeja lengan panjang, jaket, dan outer perempuan. Beberapa pemain PSS juga disebut akan turut mengenakan produk tersebut.

Aditya mengatakan produk batik ini dibuat menggunakan teknik printing agar harga lebih terjangkau dan jumlah produksinya lebih banyak. Produk dijual mulai Rp295 ribu lengkap dengan box eksklusif serta voucher dari Rianty Batik dan My Gelato.

Meski baru meluncurkan satu desain, pihaknya membuka peluang untuk menghadirkan batch berikutnya maupun produk turunan lain bersama PSS Sleman. “Sudah ada pembicaraan ke arah sana, tapi masih belum finalisasi. Untuk awal ini kita fokus dulu di batik karena memang core kami di batik dan PSS,” pungkasnya.

3. Pemain hingga supporter menyambut baik

Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Launching batik PSS Sleman di Homs – Gelato Coffee and Eatery, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Pada momen launching batik PSS Sleman ini turut hadir tiga pemain PSS Sleman, yaitu Gustavo Tocantins, Kevin Gomes, dan Nur Aziz. Ketiganya mengapresiasi hadirnya batik kolaborasi PSS Sleman dan Rianty Batik. “Kami senang (dengan kolaborasi ini) batik yang sangat bagus. Kolaborasi batik dan sepak bola ini jarang terjadi,” ujar Kevin.

Pada momen tersebut 10 pendukung PSS Sleman yang terpilih juga mendapat kesempatan khusus berdialog serta mendapat poster dan tanda tangan para pemain. Kevin pun turut memberi apresiasi para pendukung PSS Sleman selama ini. “Menurut saya cinta supporter Sleman luar biasa, selalu memberi support. Ini memberi tenaga lebih, mereka selalu ada,” ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More