poster Prambanan Jazz 2026 (Instagram.com/prambananjazz)
Kurator Prambanan Jazz Festival 2026, Shadu Rasjidi, menyambut antusias konsep playing jazz karena dinilai mampu memperkenalkan jazz kepada penonton yang selama ini lebih akrab dengan genre lain. Ia mengatakan festival tidak hanya berfokus menghadirkan musisi jazz, tetapi juga membangun ruang pertemuan berbagai genre agar publik semakin dekat dengan musik jazz.
“Saya senang sekali dengan konsep Playing Jazz tahun ini. Ada musisi dari genre lain yang mengeksplorasi musik jazz dengan cara mereka sendiri,” kata Shadu.
Menurutnya, keberhasilan festival bukan hanya diukur dari siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga dari keberlangsungan ekosistem yang terlibat di dalamnya. “Festival bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang ratusan orang yang bekerja di baliknya mulai dari pelaku UMKM, sponsor, kru produksi, hingga seluruh ekosistem yang bergerak,” ujarnya.
Karena itu, pihak penyelenggara berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas artistik dan keberlanjutan festival. “Kami ingin menghadirkan kualitas musikal yang baik sekaligus memastikan festival ini tetap sehat, sehingga setiap tahun kami memiliki kesempatan untuk terus memperkuat unsur jazz di dalamnya,” katanya.