Orang tua dari anak Daycare Little Aresha, di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Salah satu orang tua, S mengatakan treatment yang diterima anak-anak tidak manusiawi. Video yang diterima dari kepolisian ada pola asuh yang keliru. “Contoh yang paling terlihat ada bayi usia dua sampai empat bulan itu dibedung hampir sepanjang hari dan dibuka waktu mau makan. Ada juga anak usia 1,5 tahun diikat di gagang pintu biar gak lari-lari. Ada juga pemberian makan tidak sesuai,” ujar S.
Tidak hanya itu, ada juga anak-anak yang tidur dengan kondisi kaki diikat. Setelah melihat langsung kondisi daycare tersebut, ia mengatakan antara jumlah kasur dan anak tidak sesuai. “Yang di video itu benar, anak-anak banyak tidur di lantai,” ujarnya.
S juga menceritakan awalnya tertarik menitipkan anaknya di Daycare Little Aresha, karena promosi fasilitas yang lengkap. Namun, saat ingin mengecek, orangtua dibatasi aksesnya. “Alasannya area steril. Kami positive thinking-nya adalah mungkin anak-anak tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, yang bisa membawa virus dan lainnya,” ucapnya.
Orangtua hanya menerima laporan harian kegiatan motorik anak. Namun, setelah ditelusuri foto yang dikirim ke orangtua hanya settingan. Soal makanan anak-anak juga tidak diperhatikan oleh pihak daycare.
“Saya pribadi sebagai orangtua, setiap hari memberikan makan dengan gizi yang cukup. Ternyata informasi yang kami terima, diduga makanan tersebut dimakan oleh pengasuhnya. Karakter anak saya itu sulit makan, tapi kok selalu habis dari laporan teks itu,” ungkapnya.