Diduga Lakukan Kekerasan, Daycare di Jogja Digerebek Polisi

Polisi menggerebek Daycare Little Aresha di Yogyakarta karena dugaan kekerasan terhadap anak, saat ini garis polisi terpasang dan sejumlah orang tua mendatangi lokasi.
Beberapa orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka, meski sebelumnya sempat percaya pada pengasuh serta tidak menaruh curiga terhadap tempat penitipan tersebut.
Warga sekitar mengaku tidak mencurigai aktivitas di daycare karena terlihat normal dan ramah, hingga akhirnya terungkap adanya penggerebekan oleh pihak kepolisian.
Yogyakarta, IDN Times – Polisi menggerebek Daycare Little Aresha, di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026)sore. Langkah ini dilakukan karena diduga terjadi tindak kekersan kepada anak-anak di Daycare Little Aresha tersebut.
Dari pantauan di lokasi tampak garis polisi terpasang di pagar Daycare Little Aresha. Di halaman daycare tersebut juga tampak tertutup dan ada tulisan batas pendampingan anak. Beberapa orang tua tampak berdatangan ke lokasi. Kesedihan dan rasa kesal tampak menyelimuti orang tua yang menitipkan anaknya di tempat tersebut.
1. Anak-anak disebut mengalami trauma

Salah satu orang tua, W datang dengan istri dan anaknya di lokasi daycare. Sang anak yang juga ikut ke lokasi tersebut memilih berada di mobil. “Mungkin trauma juga, dia tidak mau turun dari mobil,” ujar W, Sabtu (25/4/2026).
W menceritakan anaknya ikut di Daycare Little Aresha sejak berusia dua tahun, atau sudah sekitar dua tahun. Awalnya ia tidak pernah menaruh kecurigaan pada Daycare Little Aresha, karena sepengetahuannya pemilik yayasan ini sangat ramah.
“Anak saya di sana (lokasi daycare lainnya yang tidak jauh dari lokasi), terus dipindah di sini. Dia ketakutan, terus gak mau masuk. Di sini gak mau masuk, ketakutan, gak tahu ada apa. Terus dipindah lagi. Saya juga mikir ada kejadian ini, mikir diapain saja anak saya di sini,” ucapnya.
2. Anak sempat alami luka

W mengungkapkan anaknya sempat mengalami luka bengkak, tapi dari penjelasan pengasuh di sana, disebabkan karena teman sang anak. W pun tidak mengambil pusing saat itu, karena memaklumi tingkah anak-anak.
“Dia itu (anak W) cuma ngomong takut ada dedek kecil, takut ada dedek kecil. Kemarin ada yang komentar di Twitter (X), sama juga ternyata, takut sama dedek kecil di sini. Kemungkinan anak saya lihat ada anak kecil diikat sambil nangis,” ungkap W.
W mengaku menyesal saat memaksa anaknya tetap masuk. “Saya merasa bersalah sama anak saya, memaksa suruh masuk, ternyata ada kejadian kayak gini. Enggak menyangka juga, saya tidak berpikiran sampai segitu,” ungkapnya.
Orangtua lainnya, ABS menceritakan anaknya berada di Daycare Little Aresha selama empat tahun. Ia sempat melihat anaknya mengalami lebam. Saat itu ia mencoba positive thinking karena kemungkinan bertengkar dengan sesama anak-anak.
“Harapan saya proses, negara hukum. Mau bagaimana-bagaimana semua sudah terjadi, pasrahkan ke pihak berwajib,” ucapnya.
3. Awalnya tidak ada kecurigaan

Salah seorang warga sekitar menceritakan saat proses penggrebekan, awalnya tidak merasa mencurigai. Ia mengira saat itu orangtua yang sedang menjemput anaknya. “Kok masih ramai sampai sore, mungkin acara. Terus ditelepon dari teman malahan, terus ngecek, ternyata digrebek itu,” ucapnya.
Ia tidak mencurigai aktivitas di daycare selama ini. Menurutnya semua yang ada di daycare terlihat ramah. “Tapi aktivitas itu kebanyakan di dalam, cuma pagi itu di luar untuk bermain ke luar. Warga gak curiga awalnya, wali kan juga gak curiga awalnya,” ungkapnya.


















