Ilustrasi antrean BBM di SPBU. (Dok. Pertamina )
Sementara itu, berdasarkan data konsumsi BBM hingga Juni 2026 di wilayah Jawa Bagian Tengah, mayoritas masyarakat masih menggunakan produk BBM subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga. Pada segmen gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax sebesar 25,9 persen. Adapun konsumsi Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen.
Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mendominasi dengan porsi 96,6 persen. Sementara konsumsi Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4 persen.
Tercatat hingga Juni 2026, mayoritas konsumsi BBM masyarakat di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi oleh produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga. Pada segmen gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax 25,9 persen.
"Sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen. Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6 persen, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4 persen," jelasnya.
Dengan komposisi tersebut, lebih dari 98 persen konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga sehingga dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat secara luas dinilai relatif terbatas.
"Pertamina sebagai operator menjalankan penyesuaian harga BBM non-subsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku, dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat," tutup Taufiq.