Penyelenggara Haji Persiapkan Jamaah Hindari Heat Stroke saat di Arab

Penyelenggara haji menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi untuk mencegah heat stroke pada jemaah, termasuk edukasi menjaga hidrasi dan kesehatan fisik.
Sahid Tour akan memberangkatkan 492 jemaah haji khusus bersama 24 petugas dan 6 tenaga medis dari berbagai daerah Indonesia, dengan rentang usia peserta antara 13 hingga 81 tahun.
Manasik haji selama empat hari tiga malam digelar guna memperkuat kesiapan ibadah jemaah melalui pembelajaran intensif tentang praktik haji, fikih, serta persiapan fisik dan mental.
Yogyakarta, IDN Times – Penyelenggara layanan ibadah haji turut memperhatikan cuaca panas di Arab Saudi jelang pemberangkatan jemaah. Berbagai antisipasi dilakukan untuk mencegah heat stroke pada jemaah.
Heat stroke atau serangan panas diketahui bentuk hipertermia atau penyakit yang berhubungan dengan panas. Heat stroke ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh yang tidak normal, serta gejala fisik yang menyertainya, termasuk adanya perubahan fungsi sistem saraf.
“Itu (heat stroke) memang menjadi perhatian ya,” ujar General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa, saat konferensi pers di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Rabu (29/4/2026).
1. Persiapan hadapi cuaca panas

Teguh mengungkapkan berbagai bekal untuk jemaah menghadapi cuaca panas ini juga telah diberikan. Termasuk akan diberikan pembekalan saat manasik haji khusus 2026 yang akan digelar beberapa hari mendatang.
“Ini tanggung jawab kita memang (menjaga kesehatan jemaah). Sebelum kita melakukan manasik ini, kita telah melakukan beberapa kali pertemuan pakai zoom meeting terkait dengan isu ini (heat stroke), apa yang dipersiapkan, apa yang akan terjadi di Arab Saudi nanti,” ungkap Teguh.
Teguh mengingatkan salah satu yang harus dilakukan jemaah untuk menjaga kondisi fisik yaitu menjaga asupan air atau minum, untuk menghindari dehidrasi. “Saya sendiri di sana juga dipaksa harus minum begitu ya. Diperkirakan memang ada kenaikan suhu di Arab Saudi pada saat nanti jemaah haji di sana,” kata dia.
2. Berangkatkan ratusan jamaah

Teguh mengungkapkan untuk tahun ini jumlah jemaah haji khusus yang diberangkatkan oleh Sahid Tour yaitu 492 jemaah. Kemudian petugas haji sebanyak 24 orang yang berangkat dari Indonesia. “Serta tim medis enam orang yang siap mendampingi jemaah selama proses ibadah di Tanah Suci,” kata dia.
Teguh mengatakan jemaah haji yang diberangkatkan nantinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. “Ada yang dari Bengkulu, Balikpapan, Palembang, dan berbagai daerah di Indonesia. Jemaah yang paling muda berusia 13 tahun dan paling tua 81 tahun,” ujar Teguh.
3. Manasik haji untuk kesiapan jamaah

Ketua Pelaksana Manasik Haji Sahid Tour, Miranti Nurrisa Ahsana, mengatakan untuk memantapkan kesiapan jemaah haji, akan dilaksanakan manasik haji selama 4 hari 3 malam. “Tujuan utama penyelenggaraan manasik ini adalah untuk memberikan tuntunan pembelajaran dan praktik ibadah haji yang lebih intensif, sejalan dengan fokus Sahid Tour dalam menghadirkan kesempatan ibadah haji bagi para jemaah,” ungkap Miranti.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan manasik diisi dengan berbagai sesi pembelajaran komprehensif, termasuk praktik langsung pelaksanaan ibadah haji. Selaras dengan tema yang diangkat pada Manasik Haji kali ini, 'Niat Ibadah, Perjalanan Berkah, Menuju Mabrur', setiap sesi dirancang untuk mengupas secara mendalam berbagai aspek.
“Seperti fikih ibadah haji, serta persiapan fisik dan mental sehingga jemaah dapat memahami dan menjalankan ibadah dengan lebih baik dan Insya Allah sesuai aqidah,” ungkapnya.


















