Yogyakarta, IDN Times – Pengembang properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat, khususnya rumah subsidi. Keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah membuat developer memilih ke pembangunan perumahan komersial.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perlindungan Anggota DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Welly Luxza Pradana, mengungkapkan minimnya pembangunan rumah subsidi di Jogja bukan karena kurangnya komitmen pengembang. Menurutnya, faktor utama adalah semakin terbatasnya lahan serta harga tanah yang tidak lagi mampu menutup skema rumah subsidi.
“Untuk di Jogja, rumah subsidi memang sedikit sekali. Itu bukan karena developer tidak mau mengerjakan, tapi karena ketersediaan lahan yang sudah terbatas dan harganya tidak mengcover untuk rumah subsidi,” ujar Welly, disela Launching Grand Vista Sidoarum, Sabtu (2/5/2026).
