Bantul, IDN Times - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang kini berjumlah lebih dari 100 unit di Kabupaten Bantul disebut belum memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Sejumlah pelaku UMKM, termasuk pedagang di pasar tradisional, mengaku penjualannya menurun. Hal itu terjadi karena kantin sekolah mengurangi pembelian bahan sembako maupun makanan ringan untuk dijual kepada siswa yang kini telah mendapatkan MBG.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengakui kantin sekolah saat ini mengurangi penjualan makanan karena siswa sudah mendapatkan MBG. Kantin disebut lebih banyak menjual minuman dibandingkan makanan yang biasanya dibuat dari bahan yang dibeli di pasar tradisional atau makanan ringan dari UMKM.
"Kantin sekolah itu sejak ada MBG hanya memasak makanan yang sederhana dan lebih banyak menjual minuman karena siswa sudah kenyang dengan MBG. Ternyata pengelola kantin sekolah untuk memasak makanan itu belanja ke pasar ya akibatnya dagangan milik pedagang tidak laku atau berkurang karena tidak lagi dibeli oleh pengelola kantin sekolah," ungkapnya, Sabtu (14/3/2026).
"Kantin-kantin sekolah ketika membeli dagangan ya hanya makanan-makanan ringan saja. Tidak lagi belanja untuk bahan untuk menu makanan yang berat dan ini berdampak pada penurunan penjualan pedagang pasar," tambahnya.