Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelajar SD di Gunungkidul Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Guru

Kab. Gunung Kidul
Pelajar SD di Gunungkidul Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Guru
ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - ‎Seorang pelajar Sekolah Dasar di Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul dinyatakan positif COVID-19. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menduga murid tertular dari seorang guru saat melakukan pembelajaran secara tatap muka.

  1. 1. Diduga pelajar tertular dari guru

    Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty. (ANTARA/Sutarmi)
    Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty. (ANTARA/Sutarmi)

     Dewi menjelaskan suami dari guru tersebut juga positif COVID-19. Suami yang merupakan seorang guru di Kapanewon Patuk, diduga juga telah menularkan virus ke seorang rekan di sekolah tempat dia mengajar.

    "Guru tercatat di Kulon Progo penanganannya (penyembuhan COVID-19). Kalau untuk yang anak-anak saat ini masih dirawat," imbuh Dewi.

  2. 2. Dinas Pendidikan Gunungkidul telah mendapatkan laporan

    Dua orang guru sekolah dasar mengajar di rumah muridnya di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/9/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
    Dua orang guru sekolah dasar mengajar di rumah muridnya di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/9/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengakui pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya seorang pelajar SD di Kapanewon Patuk yang terkonfirmasi positif COVID-19. 

    "Ada siswa yang positif, untuk siswa dan guru yang kontak erat sudah dilakukan tracing oleh Dinkes ," katanya.

  3. 3. Proses pembelajaran sementara dihentikan

    Ilustrasi siswa belajar teknologi dari rumah (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
    Ilustrasi siswa belajar teknologi dari rumah (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

    Bahron mengakui saat ini sekolah telah memulai proses belajar, namun adanya kasus positif sekolah tatap muka harus dihentikan sementara. 

    "Pertemuan berkala dihentikan sementara, guru bekerja secara WFH,"ungkapnya.‎

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More