Pedagang Pasar di Gunungkidul Tuding MBG Picu Kenaikan Harga

Pedagang pasar di Gunungkidul mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dianggap memicu kenaikan harga bahan pokok dan menurunkan jumlah pembeli di pasar tradisional.
SPPG yang melayani program MBG membeli bahan pangan langsung dari distributor, bukan dari pedagang pasar, sehingga stok berkurang dan harga sayur, daging, serta telur ikut naik.
Bupati Gunungkidul menanggapi keluhan pedagang dengan operasi pasar, menyebut perubahan pola belanja masyarakat dan dominasi suplai dapur MBG membuat aktivitas jual beli di pasar menurun.
Bantul, IDN Times - Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Gunungkidul mengaku program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan harga komoditas, sayur, daging hingga telur semakin mahal. Akibatnya, pendapatan para pedagang pasar ini justru menurun karena sepi pembeli.
Sala satu pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Wardani mengatakan sejumlah kebutuhan pokok justru harganya mengalami kenaikan dan sepi pembeli. Kenaikan harga ini dipicu adanya program MBG.
"Beberapa bulan ini harga naik, pembeli jadinya turun atau sepi. MBG menyebabkan kantin sekolah sepi dampaknya besar, dan menjatuhkan segalanya. Pasar sepi, mau laku saja susah," ujarnya, Selasa (24/2/2026).
1. SPPG tidak membeli bahan pangan dari pedagang di pasar

Menurut Wardani, SPPG yang melayani program MBG pada awalnya membeli bahan pangan seperti sayur, daging, telur hingga kebutuhan lain dari pedagang. Namun saat ini mereka membeli dari distributor. Akibatnya bahan pangan yang dijual kepada pedagang juga harganya naik karena sudah diborong oleh SPPG.
"Kadang ada petugas SPPG yang datang ke pasar, namun tidak beli hanya tanya harga saja," ujarnya.
Selain itu, sejak adanya MBG para orang tua yang biasanya membeli barang kebutuhan sehari-hari untuk makan pagi anaknya juga berkurang banyak.
"Saya berharap pengurus SPPG itu juga membeli sayuran atau lainnya di pasar, sehingga pasar tidak sepi pembeli," ungkapnya.
2. MBG dan bulan Ramadan picu harga sembako naik

Pedagang Pasar Argosari yang lainnya, Sutingah, mengakui saat ini ada penurunan pembeli. Selain itu, harga kebutuhan pokok meningkat drastis, mulai cabai rawit Rp100 ribu per kilogram, selain itu harga sayuran seperti buncis, kacang panjang, dan beberapa sayuran juga mengalami kenaikan.
"Kacang panjang biasanya Rp13 ribu sekarang Rp17 ribu per kilogramnya, tapi itu naik turun ya, tergantung suplainya," katanya.
"Saat ada program MBG sejumlah bahan pangan mulai naik, sekarang bulan Ramadan maka harga kebutuhan pokok meningkat tapi pembelinya turun," imbuhnya.
3. Pedagang keluhkan kenaikan harga sembako

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, para pedagang mengeluhkan kenaikan harga sembilan bahan pokok. Pihaknya pun merespon dengan operasi pasar ke 6.
"Kalau beberapa tahun lalu, masyarakat mulai belanja saat Ramadan, zaman sudah berubah dengan online. Tadi toko pakaian juga mengeluhkan tinggal sedikit banyak yang tutup," ucap Endah.
"Kalau pedagang bahan dapur kalah dengan suplai apa namanya dapur MBG. Membuat pasar sepi, tadinya ibu rumah tangga tidak belanja pagi untuk sarapan," katanya.


















