Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ortu Anak Korban Daycare di Jogja Desak Kasus Diusut Tuntas
Orang tua dari anak Daycare Little Aresha, di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Sejumlah orang tua mendatangi Polresta Yogyakarta untuk mengawal kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha setelah penggerebekan dilakukan pada 24 April 2026.
  • Orang tua menemukan pola asuh tidak manusiawi seperti anak diikat, dibedung seharian, dan tidur di lantai, serta mencurigai laporan harian daycare hanya rekayasa.
  • Banyak anak mengalami luka serupa dan sakit pneumonia, sementara pihak yayasan Daycare Little Aresha memilih bungkam saat dimintai keterangan oleh media.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Sejumlah orang tua dari anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha mengawal kasus tindak kekerasan yang dialami anak mereka, di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Orang tua mempertanyakan kelanjutan penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian, Daycare Little Aresha, Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) sore.

“Kami ke Polresta dalam rangka mengawal kasus yang diduga ada tindak pidana penganiayaan anak (di Daycare Little Aresha) yang kami terima dari kepolisan dari hasil penggerebekan waktu hari Jumat,” ujar salah satu orang tua yang berinisial S, Sabtu (25/4/2026).

1. Dugaan anak alami kekerasan

Daycare Little Aresha, di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ada dugaan semua anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha menjadi korban. Hal tersebut tidak lepas dari treatment yang diterima anak-anak tidak manusiawi. Dari video yang diterima dari kepolisian ada pola asuh yang keliru.

“Contoh yang paling terlihat ada bayi 2 sampai 4 bulan itu dibedung hampir sepanjang hari dan dibuka waktu mau makan. Ada juga anak usia 1,5 tahun diikat di gagang pintu biar gak lari-lari. Ada juga pemberian makan tidak sesuai,” ujar S.

Tidak hanya itu, ada juga anak-anak yang tidur dengan kondisi kaki diikat. Setelah melihat langsung kondisi daycare tersebut, ia mengatakan antara jumlah kasur dan anak tidak sesuai. “Yang divideo itu benar, anak-anak banyak tidur di lantai,” ujarnya.

2. Kecurigaan mulai muncul

Daycare Little Aresha, di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

S juga menceritakan bagaimana awalnya tertarik menitipkan anaknya di Daycare Little Aresha, karena promosi fasilitas yang lengkap. Namun, saat ingin mengecek, orang tua dibatasi aksesnya.

“Alasannya area steril. Kami positive thinking-nya adalah mungkin anak-anak tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, yang bisa membawa virus dan lainnya,” ucapnya.

Orang tua hanya menerima laporan harian kegiatan motorik anak. Namun, setelah ditelusuri foto yang dikirim ke orang tua hanya settingan. Soal makanan anak-anak juga tidak diperhatikan oleh pihak daycare.

“Saya pribadi sebagai orang tua, setiap hari memberikan makan dengan gizi yang cukup. Ternyata informasi yang kami terima, diduga makanan tersebut dimakan oleh pengasuhnya. Karakter anak saya itu sulit makan, tapi kok selalu habis dari laporan teks itu,” ungkapnya.

S mendorong agar proses hukum berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Kami harap semua yang terlibat dalam kasus ini bisa dikenakan pasal yang seusai dan seberat-beratnya,” harapnya.

3. Anak alami luka hingga sakit

Daycare Little Aresha, di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Orang tua lainnya, W, mengatakan tidak menyadari sejumlah luka pada anaknya. Ia menyebut pihak daycare hanya mengatakan luka tersebut sudah dialami anak dari rumah.

“Itu seolah-olah luka sudah dari rumah. Nah, semenjak terbongkarnya kasus ini, ternyata sama, bapak/ibu yang lain yang menitipkan di sana lukanya sama, di tempat yang sama, ada kesamaan luka. Berarti ini ada luka karena sudah pas di sana,” kata W.

W menyebut anaknya juga kerap sakit batuk pilek, dan belum lama ini divonis pneumonia. “Kebetulan baru setelah ada kasus ini, yang kena pneumonia enggak hanya anak saya, tapi banyak, beberapa anak juga pneumonia,” kata dia.

Sementara itu pria yang diduga dari pihak yayasan Daycare Little Aresha memilih bungkam. Ia berjalan keluar dari Polresta Yogyakarta dan tidak mau berkomentar sepatah kata pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team