Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mudik Lebaran, Operasional Alat Berat Tol Jogja-Solo Disetop

Mudik Lebaran, Operasional Alat Berat Tol Jogja-Solo Disetop
Jalan tol Jogja-Solo seksi Klaten-Purwomartani sepanjang 42,3 km. (dok. Kementerian PUPR)
Intinya Sih
  • Operasional alat berat di proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 dihentikan mulai 14 Maret 2026 hingga akhir libur Lebaran demi kelancaran arus lalu lintas.
  • Pekerjaan non-alat berat seperti perapian dan pasangan batu tetap berjalan, sementara pagar proyek akan digeser agar jalan lebih lebar setelah pekerjaan girder selesai.
  • Kontraktor telah menambal jalan berlubang di sekitar area proyek serta menambah rambu dan penerangan untuk mendukung keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Operasional kendaraan atau alat berat di area konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman akan disetop selama masa libur Lebaran 2026.

Aktivitas alat berat bakal libur selama hampir dua pekan, dimulai 14 Maret 2026 Keputusan ini ditempuh demi mendukung kelancaran arus lalu lintas sepanjang masa liburan.

"Sampai libur Lebaran (selesai)," kata Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

1. Tambahan satu hari, pengerjaan non alat berat tetap jalan

Proses penggarapan proyek Tol Jogja-Solo (Dokumentasi PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ)
Proses penggarapan proyek Tol Jogja-Solo (Dokumentasi PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ)

Agung menuturkan, sesuai ketentuan penggunaan alat berat diliburkan per 13 Maret 2026. Namun pihaknya meminta kelonggaran satu hari untuk pengerjaan salah satu erection girder.

"Tanggal 13 itu (pengerjaan) masih lanjut sampai 14 dini hari, sudah selesai nanti kita close. Tanggal 14 kita sudah tidak ada kerjaan, 14 siangnya nanti," kata Agung.

Sementara untuk pengerjaan yang tidak melibatkan pemakaian alat berat tetap berjalan seperti biasa, khususnya di area proyek. "Kalau yang tidak ada alat berat sama truk tetap jalan, misalnya untuk pengerjaan pasangan batu, perapian tetap jalan," tegasnya.

Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 membentang mulai Perempatan Kronggagan, Trihanggo hingga Junction Sleman, Tlogoadi. Proyek tol ini juga mencakup pembangunan jalan di area Ring Road Kronggahan yang didesain dengan konstruksi elevated atau melayang dan konstruksi at grade di area dalam perkampungan.

2. Geser pagar yang bikin jalan menyempit

Agung menambahkan, kontraktor akan memindah pagar proyek yang selama masa pengerjaan membuat jalan menyempit.

"Jadi ini mungkin agak kita minta dimaklumi agak tersendat sedikit karena kita akan (kerjakan) girder sampai tadi saya sampaikan sampai 14 dini hari," kata Agung.

"Tapi insyaallah setelah selesai pagar sengnya itu kita rapatkan lagi jadi space jalannya akan lebih lebar lagi karena sudah tidak ada pekerjaan pengecoran dan sebagainya," sambungnya.

3. Tambal jalan berlubang, tambah penerangan dan rambu

Jalan Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Tamanmartani berlaku fungsional saat Lebaran 2025. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Jalan Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Tamanmartani berlaku fungsional saat Lebaran 2025. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Menurut Agung, kontraktor sudah menuntaskan patching atau penambalan jalan berlubang di seputaran area ring road maupun jalan kabupaten di sekitar lokasi penggarapan tol Jogja-Solo.

"Jalan Sidomoyo dan Jalan Ketingan sudah kita patching-patching. Iya, Ring Road yang Kronggahan itu kita patching," terangnya.

Sedangkan untuk aspek keamanan, kontraktor berencana memasang rambu serta lampu penerangan di area ring road.

"Kemudian juga rambu nanti akan kita tingkatkan sekaligus penerangannya sehingga ketika digunakan arus mudik lebaran nanti akan semakin lancar lah. Mudah-mudahan harapannya seperti itu ya," harapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More