Momen Prapaskah Kala Ramadan, Sekolah PAUD Katolik di Bantul Bagi-Bagi Takjil

- PAUD Terpadu Kasih Ibu Ganjuran di Bantul mengadakan kegiatan berbagi takjil saat Ramadan yang bertepatan dengan masa prapaskah, melibatkan anak-anak dan badut untuk menyemarakkan suasana sore.
- Kepala sekolah menjelaskan kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi, semangat berbagi, dan rasa saling menghormati antarumat beragama sejak usia dini melalui aksi nyata di bulan suci.
- Aksi berbagi takjil disambut antusias warga sekitar Jalan Ganjuran, dianggap sebagai contoh nyata kerukunan dan kebersamaan antara umat Katolik dan Muslim di wilayah Bantul.
Bantul, IDN Times - Suasana Jalan Ganjuran, tepatnya di depan SMA Stella Duce Bambalipuro Bantul yang masih satu kompleks dengan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, tampak meriah pada Minggu (8/3/2026) sore. Puluhan anak terlihat gembira bermain bersama badut yang hadir untuk menghibur mereka.
Badut tersebut mengajak anak-anak bernyanyi hingga bermain sulap sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kehadiran mereka juga menarik perhatian para pengguna Jalan Ganjuran yang mulai ramai menjelang sore saat berburu takjil.
Kegiatan yang melibatkan puluhan anak dan badut itu merupakan inisiasi PAUD Terpadu Kasih Ibu Ganjuran. Mereka menggelar program berbagi takjil kepada umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
1. Ingin tanamkan toleransi sesama umat beragama sejak usia dini

Kepala Sekolah PAUD Terpadu Kasih Ibu Ganjuran, Rosalia Lilis Yulistiati, mengatakan PAUD Terpadu Kasih Ibu Ganjuran merupakan sekolah di bawah yayasan Katolik. Ia menjelaskan, momentum Ramadan yang berbarengan dengan masa prapaskah bagi umat Katolik dimanfaatkan untuk menanamkan nilai toleransi kepada sesama, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
"Kita ingin menanamkan dari dini kepada anak-anak untuk memiliki rasa toleransi, rasa berbagi dan berkorban bagi sesamanya," katanya, Minggu sore.
2. Berharap hubungan antarumat beragama semakin erat

Takjil tidak hanya dibagikan kepada puluhan anak-anak, tetapi juga kepada warga sekitar maupun masyarakat yang kebetulan melintas dan mencari takjil di sekitar SMA Stella Duce Bambanglipuro.
"Semoga kegiatan kami ini menjadikan hubungan antarumat beragama di Ganjuran dan Bantul pada umumnya semakin erat dan berbagi takjil menjadi berkah bagi semuanya," tuturnya.
3. Bagi takjil disambut antusias warga yang melewati Jalan Ganjuran

Sementara itu, salah satu pengguna Jalan Ganjuran, Margo Laras (45), mengaku terkejut melihat keramaian tersebut. Ia awalnya mengira keramaian terjadi karena banyak orang sedang membeli takjil untuk berbuka puasa.
"Ganjuran ini setiap sore ramai pedagang kaki lima dan semakin ramai lagi saat bulan Ramadan," ungkapnya.
Ia menilai kegiatan berbagi takjil kepada umat muslim yang sedang berpuasa merupakan bentuk toleransi dan kebersamaan yang kuat di masyarakat Ganjuran. Terlebih, di wilayah tersebut terdapat gereja Katolik dengan jumlah umat terbanyak di Bantul sekaligus menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik dari seluruh Indonesia.
"Apalagi ini yang melakukan bagi takjil dari yayasan Katolik dan bisa menjadi contoh toleransi yang ada di Ganjuran ini dan bisa dicontoh bagi warga lainnya," ujar warga asal Kapanewon Sewon ini.

















