Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memantau kesiapan Stasiun Yogyakarta jelang arus mudik Lebaran 2026. (Dok. Humas Kemenko Polkam)
Asisten I Setda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyampaikan bahwa Pemda DIY berharap kesiapan menyambut Hari Raya Idulfitri dan libur Lebaran dapat terpantau dengan baik dan tetap terkendali.
"Perlu kami sampaikan bahwa beberapa saat yang lalu Pemda DIY melakukan serangkaian persiapan terkait dengan Lebaran. Di dalam catatan kami kemungkinan ada potensi lalulintas pemudik yang akan masuk ke Jogja akan mencapai 8 juta traffic/orang," ujar Aria.
"Tentunya kesiapan dan perhatian dari Kemenko Polkam menjadi suatu keyakinan bagi kami untuk bisa menyambut, melayani dalam rangkaian lebaran nanti menjadi lebih baik," sambungnya.
General Manager Yogyakarta International Airport, Ruly Artha, menyebut Bandara YIA telah menyiapkan posko yang mulai beroperasi penuh pada 11 Maret dengan melibatkan 669 personel. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret.
"Bandara juga memfasilitasi permintaan airline yang ingin beroperasi 24 jam. Dan untuk antisipasi delay, kami dari pihak bandara turut serta memberikan pemahaman pada masyarakat karena ini juga masih menjadi salah satu hal yang cukup polemik," katanya.
Sementara itu, Direktur Operasi PT KAI, Awan H. Purwadinata, mengatakan arus mudik di Stasiun Tugu Jogja diprediksi tidak seramai arus balik. KAI menyiapkan pemantauan di titik-titik khusus serta memastikan penjagaan di pintu perlintasan resmi.
"Strategi yang dilakukan dalam rangka antisipasi libur lebaran yaitu melakukan pemantauan daerah khusus. Kemudian terkait pintu perlintasan, ini yang masih menjadi masalah sehingga kami mengantisipasi agar pintu perlintasan yang resmi akan ada penjaganya," katanya.
Awan menambahkan KAI juga berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi prakiraan cuaca. "Intinya kami siap untuk melakukan pelayanan, kami juga butuh dukungan dari Kemenko Polkam terkait dengan peningkatan pelayanan," katanya.