Mudik Lebaran 2026, Pemudik Diprediksi Pilih Lewat Tempel Dibanding Tol Jogja

Yogyakarta, IDN Times - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub) DIY memprediksi kepadatan arus mudik Lebaran 2026 bakal lebih terkonsentrasi di pintu masuk wilayah utara. Jalur atau pintu masuk tersebut berada di kawasan Tempel, atau perbatasan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
1. Pemudik lebih memilih lewat Tempel

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti menuturkan, pola ini diperkirakan sama seperti saat musim angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 lalu, ketika volume kendaraan lebih padat di jalur utara dibanding pintu masuk wilayah timur, yaitu Prambanan.
"Kalau yang kemarin (Nataru) padatnya justru di area Tempel, yang tebal di sana. Kalau Prambanan berdasarkan data malah tidak, jadi mungkin polanya juga akan sama, banyak di Tempel. Kita mengira itu (kepadatan lalin) ada di Prambanan, ternyata kita salah," kata Erni, Jumat (27/2/2026).
2. Tarif tol agak mahal, titik kepadatan pemudik beralih

Menurut Erni, mahalnya tarif tol menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan arus kendaraan di sisi utara tersebut. Pemudik diperkirakan lebih memilih masuk Jogja melalui jalan nasional dari wilayah Tempel ketimbang Jalan Tol Jogja-Solo.
"Biaya tolnya karena agak mahal, cenderung tidak menggunakan tol," kata Erni.
3. Prediksi mobilitas saat Lebaran capai 8 juta

Dishub DIY memperkirakan sekitar 8 juta orang akan keluar dan masuk wilayah DIY selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Strategi pengaturan lalu lintas disiapkan dengan mengacu pada skema saat Nataru yang dinilai berjalan sukses.
Estimasi tersebut disusun berdasarkan pola mobilitas di sejumlah jalur utama menuju Jogja, seperti kawasan Prambanan, Jalan Godean, Wates, serta sejumlah jalur alternatif yang akan disosialisasikan guna mendukung kelancaran arus kendaraan.
"Ya, syukur bisa lebih ya. Kalau Nataru lebih ke arah wisata, liburan wisata. Kalau ini kan mudik, berarti pulang ke kampung halaman. Mudah-mudahan ada yang tertarik ketika nanti sudah sungkem di kampung halaman terus meluncur ke area wisata," harap Erni.
Selain itu, Dishub DIY akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di simpang-simpang rawan macet.
Salah satu langkah yang disiapkan yaitu penyesuaian pengaturan lalu lintas, termasuk memperpanjang durasi lampu APILL di titik dengan potensi kepadatan tinggi.


















