Potret Prof. Dr. M. Sardjito (Dok. Arsip UGM)
Sardjito dikenal sebagai tokoh multitalenta yang tak hanya berjasa di dunia kesehatan, tetapi juga pendidikan. Ia tercatat sebagai perintis sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1950–1961. Sardjito juga menjadi pelopor pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya di UGM, Sardjito menjadi rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 1963. Selama sekitar tujuh tahun memimpin UII, ia berhasil membawa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum UII memperoleh status disamakan dari pemerintah. Ia juga membuka Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran, serta memperluas jaringan UII dengan membuka fakultas cabang di berbagai kota di Indonesia. Selama menjabat rektor UII, Sardjito disebut tidak menerima gaji.
Nama Sardjito kemudian diabadikan menjadi nama gedung kuliah umum di kampus terpadu UII Yogyakarta. Ia meninggal dunia pada usia 80 tahun saat masih menjabat sebagai rektor UII.
Dedikasi Dr Sardjito menunjukkan bahwa perjuangan untuk bangsa tak selalu dilakukan di medan perang. Melalui dunia kesehatan dan pendidikan, ia memberi kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia, mulai dari pengembangan vaksin hingga pembangunan perguruan tinggi.
Hingga kini, nama dan gagasannya masih dikenang lewat UGM maupun RSUP Dr Sardjito di Yogyakarta. Sosoknya menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa.