Workshop Dear June Official. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Sejak awal, strategi pemasaran Dear Juni Official dilakukan secara digital. Penjualan dimulai melalui Instagram dan WhatsApp mulai 2016, kemudian berkembang ke marketplace sejak 2018.
Perempuan berusia 28 tahun ini memanfaatkan berbagai fitur e-commerce seperti video, siaran langsung, iklan digital, hingga program afiliasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan.
“Saya juga manfaatkan marketplace Shopee kayak gitu. Sudah berjualan sejak 2018 di Shopee, seperti itu. Terus berkembang, berkembang, dan sampai sekarang. Omzetnya Alhamdulillah,” ungkap Yunita.
Pandemi COVID-19 justru menjadi momentum pertumbuhan usaha. Saat permintaan pakaian menurun, Dear June Official beralih memproduksi masker kain. Keputusan tersebut terbukti efektif dengan penjualan mencapai puluhan ribu masker dan membantu menjaga arus kas perusahaan.
Saat ini, produknya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua. Melalui program ekspor marketplace, produknya juga dipasarkan ke Singapura dan Malaysia, dengan Singapura menjadi pasar luar negeri terbesar.
Yunita mengungkapkan penjualan harian kini mencapai puluhan hingga ratusan pesanan. Produk dijual dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Momentum seperti Payday dan kampanye tanggal kembar menjadi periode yang mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Ke depan, Yunita berharap Dear June Official dapat terus berkembang, baik dari sisi produksi maupun penjualan. Ia ingin semakin banyak memberdayakan masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja baru di sektor produksi fesyen. "Dengan berkembangnya usaha ini, harapannya semakin banyak warga sekitar yang bisa ikut terlibat dalam proses produksi dan tumbuh bersama," tutupnya.