Memulai Bisnis saat Kuliah, Dear June Official Tembus Singapura

- Yunita Fauziah Putri memulai bisnis fesyen Dear June Official sejak kuliah dan berhasil menembus pasar internasional, termasuk Singapura dan Malaysia, dengan produksi ratusan pakaian setiap hari.
- Strategi pemasaran digital melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace menjadi kunci pertumbuhan Dear June Official, bahkan saat pandemi dengan inovasi produk masker kain yang menjaga stabilitas usaha.
- Usaha ini turut memberdayakan warga sekitar dengan sistem kerja fleksibel, memberi peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga dan penjahit lokal untuk ikut tumbuh bersama dalam industri fesyen.
Sleman, IDN Times – Berawal dari usaha kecil yang dirintis saat duduk di bangku kuliah, Yunita Fauziah Putri berhasil mengembangkan bisnis fesyen wanita hingga menembus pasar internasional. Melalui merek Dear June Official, ia memproduksi ratusan pakaian setiap hari dan memasarkan produknya hingga Singapura dan Malaysia.
Yunita menceritakan usahanya bermula pada 2016 dengan nama Shop at Lokal. Namun, setelah lima tahun berjalan, ia memutuskan melakukan rebranding karena ingin memperluas identitas merek dan mengembangkan koleksi yang lebih beragam.
“Awalnya kami fokus pada pakaian basic. Setelah rebranding pada 2021 menjadi Dear June Official, kami mulai menambahkan variasi desain tanpa meninggalkan karakter utama brand,” ujar Yunita, di tempat usahanya yang berlokasi di Trihanggo, Sleman, Senin (29/6/2026).
1. Latar belakang manajemen miliki kecintaan terhadap fesyen

Dear June Official menghadirkan koleksi fesyen wanita berupa atasan dan bawahan dengan target usia 18 hingga 30 tahun. Motif garis (stripe) menjadi ciri khas produknya, meski tetap mengikuti tren fesyen yang berkembang, seperti motif polkadot yang tengah diminati.
Meski berlatar belakang pendidikan manajemen, Yunita mengaku kecintaannya terhadap dunia fesyen menjadi modal utama dalam membangun usaha. Pada awal merintis bisnis, ia bekerja sama dengan seorang penjahit rumahan sebelum akhirnya membangun tim produksi sendiri.
Kini Dear June Official memiliki lima penjahit tetap di workshop serta sekitar lima penjahit rumahan yang membantu proses produksi. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan mampu menghasilkan ratusan produk setiap hari, tergantung tingkat kesulitan desain.
2. Andalkan pemasaran digital

Sejak awal, strategi pemasaran Dear Juni Official dilakukan secara digital. Penjualan dimulai melalui Instagram dan WhatsApp mulai 2016, kemudian berkembang ke marketplace sejak 2018.
Perempuan berusia 28 tahun ini memanfaatkan berbagai fitur e-commerce seperti video, siaran langsung, iklan digital, hingga program afiliasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan.
“Saya juga manfaatkan marketplace Shopee kayak gitu. Sudah berjualan sejak 2018 di Shopee, seperti itu. Terus berkembang, berkembang, dan sampai sekarang. Omzetnya Alhamdulillah,” ungkap Yunita.
Pandemi COVID-19 justru menjadi momentum pertumbuhan usaha. Saat permintaan pakaian menurun, Dear June Official beralih memproduksi masker kain. Keputusan tersebut terbukti efektif dengan penjualan mencapai puluhan ribu masker dan membantu menjaga arus kas perusahaan.
Saat ini, produknya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua. Melalui program ekspor marketplace, produknya juga dipasarkan ke Singapura dan Malaysia, dengan Singapura menjadi pasar luar negeri terbesar.
Yunita mengungkapkan penjualan harian kini mencapai puluhan hingga ratusan pesanan. Produk dijual dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Momentum seperti Payday dan kampanye tanggal kembar menjadi periode yang mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Ke depan, Yunita berharap Dear June Official dapat terus berkembang, baik dari sisi produksi maupun penjualan. Ia ingin semakin banyak memberdayakan masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja baru di sektor produksi fesyen. "Dengan berkembangnya usaha ini, harapannya semakin banyak warga sekitar yang bisa ikut terlibat dalam proses produksi dan tumbuh bersama," tutupnya.
3.

Salah satu tetangga yang bergabung di usahanya, Efi Nia Astuti (38), bekerja di bagian finishing. "Penghasilan dari sini bisa membantu ekonomi keluarga, terutama untuk tambahan kebutuhan anak-anak," katanya.
Sistem kerja yang fleksibel membuatnya dapat menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. “Jadi misal pas banyak kerjaan, saya berangkat pagi. Kalau enggak, saya tergantung habis jemput anak-anak, baru ke sini,” jelas Efi.
Hal senada disampaikan Johan Siti Nur Aini, penjahit yang bergabung sejak April 2025. Setelah usaha modiste miliknya terdampak pandemi, ia memilih bergabung Dear June Official. "Alhamdulillah bekerja di sini nyaman. Penghasilannya juga sangat membantu keluarga," ujarnya.


















