Bantul, IDN Times - Sumur milik warga di Mangiran, Padukuhan Sapuangin, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam hampir satu bulan terakhir. Air sumur diduga tercemar limbah cair dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Salah satu warga, Agus Indriyanto (55), mengatakan selama 30 tahun tinggal di Mangiran, air sumurnya tidak pernah bermasalah. Namun sejak SPPG yang berada di samping rumahnya mulai beroperasi pada awal Ramadan, kondisi air berubah.
"Sekitar awal bulan April 2026 air sumur ketika akan digunakan melalui kran air dan ditampung di ember timbul busa dan air sumur mengeluarkan bau tidak sedap," katanya, Kamis (30/4/2026).
