Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Libur Lebaran H+1, Belum Ada Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Bantul
Kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Kunjungan wisatawan di Bantul pada H+1 Lebaran 2026 belum meningkat, bahkan diprediksi turun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Penurunan kunjungan disebut akibat munculnya banyak destinasi baru di pantai selatan Jogja serta tarif retribusi masuk objek wisata yang dinilai terlalu mahal.
  • Pengelola wisata menilai kurangnya peningkatan sarana prasarana dan kondisi ekonomi masyarakat yang melemah turut membuat minat berwisata menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kabupaten Bantul pada H+1 Lebaran atau Minggu (22/3/2026) belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Sutarlan mengatakan bahwa tren kunjungan wisatawan diakui dari tahun 2024 hingga tahun 2026 khususnya saat libur Lebaran terus menurun.

‎"Libur Lebaran tahun 2024 mulai terlihat menurun dan pada Lebaran tahun 2025 terus menurun bahkan penurunannya mencapai 40 persen," ujarnya, Minggu (22/3/2026).

1. ‎Kunjungan wisatawan saat Lebaran 2026 turun lebih 50 persen

TPR dengan tenda dari di objek wisata pansela Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurutnya kunjungan wisatawan saat Lebaran pada tahun 2026 diperkirakan terus menurun. Hal ini bisa dilihat dari kantong parkir yang ada di Kawasan Pantai Depok masih sepi kendaraan bermotor.

‎"Saya memprediksi kunjungan wisatawan ke Pantai Depok pada libur Lebaran 2026 ini turun di atas 50 persen dibandingkan libur Lebaran tahun 2025 kemarin," jelasnya.

2. ‎Muncul objek wisata lainnya yang jadi pesaing

Pantai Depok Kabupaten Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Lebih lanjut Sutarlan mengatakan penyebab kunjungan wisatawan diduga banyak bermunculan destinasi baru di pantai selatan Jogja khususnya di Gunungkidul. Selain itu, banyak bermunculan rumah makan seafood hingga tarif retribusi masuk objek wisata yang terbilang cukup mahal menjadi pemicunya.

‎"Misalnya wisatawan hanya ingin kuliner seafood di Depok bawa enam anggota keluarga harus bayar retribusi Rp90 ribu. Biaya retribusi itu jika dibelikan menu kuliner bisa tiga porsi," ujarnya.

‎" Jadi tarif retribusi masuk objek wisata juga perlu dipertimbangkan oleh Pemkab Bantul agar wisata kembali bergeliat," katanya.

3. ‎ Tak ada penambahan sarpras agar wisatawan berkunjung kian banyak

Objek wisata Pantai Goa Cemara Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Senada dengan Sutarlan, pengurus Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Timan mengaku kunjungan wisatawan terbilang cukup ramai, tapi dibanding Lebaran tahun 2025 terlihat turun.

‎"Ya kalau saya lihat dari kantong parkir terbilang tidak seramai saat Lebaran Tahun 2025 yang lalu," katanya.

‎Timan menilai destinasi wisatawa di Pantai Goa Cemara tidak ada perubahan. Di sisi lain tiket retribusi dinilai mahal oleh wisatawan sehingga wisatawan enggan untuk berkunjung.

‎"Tiket retribusi Rp15 ribu per orang dinilai cukup mahal. Apalagi wisatawan yang berkunjung ke pantai hanya untuk kuliner seafood tentunya akan berpikir dua kali," tandasnya.

‎"Selain biaya berwisata mahal, saya kira emang kondisi ekonomi masyarakat yang juga terpuruk. Daya beli masyarakat memang jauh menurun. Uang keluar hanya untuk kebutuhan yang sangat penting karena uang memang sangat sulit didapat," jelasnya.

Editorial Team