Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Korban Dugaan Kekerasan Seksual IM  Capai 30 Orang

Korban Dugaan Kekerasan Seksual IM  Capai 30 Orang
Ilustrasi pencabulan. (theyservebagelsinheaven.com)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Jumlah penyintas kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan IM bertambah. Korban yang melapor Kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta bertambah menjadi 30 orang. Data tersebut direkam sejak aduan pertama pada 17 April 2020 hingga 4 April 2020.

Wakil Direktur LBH Yogyakarta, Meila Nurul Fajriah mengatakan pihak LBH Yogyakarta hingga saat ini belum berkomunikasi dengan pelaku. 

“Kami coba komunikasi dengan orang terdekat pelaku. Tidak langsung,” ujar Meila saat dihubungi IDN Times, Selasa (5/5).  

1. Begini modus yang digunakan IM untuk mendekati penyintas

pixabay/Eric_Lucatero
pixabay/Eric_Lucatero

Dalam siaran pers LBH Yogyakarta, bentuk pengaduan disampaikan langsung oleh penyintas, ada pula yang melalui akun Instagram @UIIBergerak dan @FasyaTeixeira yang tergabung dalam Solidaritas Anti Kekerasan Seksual UII. Akun ini yang kemudian melapor ke LBH Yogyakarta dengan persetujuan penyintas.

“Sejak akhir April, beberapa teman dari penyintas mulai berani bersuara di media sosial,” kata Mei yang juga penanggung jawab kasus ini.

Berdasarkan penelusuran, IM diketahui adalah alumnus Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tahun 2016 lalu. Ia mempunyai sejumlah prestasi, antara lain menjadi salah satu pendiri Central Language Improvement (CLI) UII pada 2013, menyandang Mahasiswa Berprestasi UII 2015, dan sering diundang menjadi penceramah di sejumlah kampus.

Berdasarkan keterangan IM dalam akun instagramnya, ia tengah merampungkan tugas akhir di Melbourne Victoria, Australia setelah mendapat beasiswa Australia Awards Scholarships Awardee.

2. Berbincang tentang masalah pribadi hingga memperlihatkan alat kelamin

freepik.com
freepik.com

Dari hasil laporan pengaduan, Meila mengungkapkan sejumlah pola dan modus yang diduga dilakukan IM untuk mendekati korbannya.

IM memulai dengan cara menghubungi penyintas via DM media sosial, dengan modus menanyakan urusan perkuliahan. Obrolan dilanjutkan dengan permintaan penyintas agar IM memberi motivasi dan tips agar dapat berprestasi.

Namun akhirnya IM menggiring pada sejumlah pertanyaan pribadi yang menjurus ke arah pelecehan seksual. Misalnya,  kamu sudah punya pacar ya, kamu sama pacar sudah ngapain saja, sudah pernah check- in hotel, sudah pernah ciuman, kos kamu bebas gak, hingga mengomentari bulu tangan penyintas yang lebat yang diartikan hasrat seksualnya tinggi.

IM juga menghubungi penyintas lewat telpon dan panggilan video. Beberapa kali, IM memaksa penyintas untuk meresponnya.

“Ketika panggilan diangkat, IM tanpa basi-basi menunjukkan alat kelaminnya,” kata Meila.

3. Mengajak penyintas ke kosnya

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mia Amalia)

IM dalam melakukan aksinya melakukan dengan modus menjual buku IELTS dan TOEFL kepada beberapa mahasiswa. Dia juga menawarkan memberikan dengan metode cash on delivery (COD). Namun saat COD, IM malah mengajak penyintas mengambil buku di kosnya. IM langsung menutup kamar kos dan mencoba untuk memeluk penyintas dari belakang sehingga membuat penyintas kaget. Istilahnya disebut dengan kondisi tonic immobility.

“Penyintas kasus kekerasan seksual merasakan kaku di sekujur tubuh, lemas, dan tidak kuat melawan,” kata Meila.

4. Melakukan kekerasan fisik dan perkosaan

Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Mia Amalia)

IM juga diadukan karena melakukan kekerasan fisik. Seperti memegang paha, mencium paksa, hingga menggesekkan alat kelaminnya ke tubuh penyintas. Ada pula tindakan IM mencengkeram tangan dan leher, lalu mencium paksa penyintas.

“IM juga dilaporkan melakukan pemerkosaan dengan ejakulasi di luar,” kata Meila. 

Akibatnya sejumlah penyintas saat ini harus mendapatkan pendampingan dari psikolog karena mengalami trauma.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Aksi Budaya di Bundaran UGM, Massa Ajak Jaga Persatuan

30 Mei 2026, 18:33 WIBNews