Kematian Akibat COVID-19 Melonjak, DIY Gencarkan Vaksinasi

Yogyakarta, IDN Times - Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menangani peningkatan kasus COVID-19. Upaya yang dilakukan dengan mendorong vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan (prokes) yang mulai kendur.
Diketahui tidak hanya angka kasus infeksi COVID-19 yang mengalami peningkatan. Jumlah kematian juga mengalami peningkatan. Pada Selasa (1/11/2022) tercatat penambahan kasus sebanyak 124, lalu pada Rabu (2/11/2022) tercatat 139, meninggal 2. Kamis (3/11/2022) penambahan sebanyak 104 kasus, meninggal dunia 4.
Pada Jumat (4/11/2022) jumlah penambahan kasus sebanyak 123, angka meninggal sebanyak 3. Kemudian, Sabtu (5/11/2022) penambahan kasus sebanyak 127, dengan angka meninggal sebanyak 5. Pada Minggu (6/11/2022) penambahan kasus 91, dan meninggal 3.
Total, awal November ini sudah ada 17 orang yang meninggal. Angka ini melebihi angka kematian pada Agustus 2022 sebanyak 10 kasus, dan September dengan 9 kasus. Sementara pada Oktober angka meninggal sebanyak 34 kasus.
1. Koordinasi dengan Kabupaten dan Kota
Sekda DIY, R. Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan dirinya sudah mendapat perintah dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Pemerintah Kabupaten/Kota didorong untuk menangani kasus COVID-19 yang mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sudah dapat perintah dari Ngarsa Dalem untuk berkoordinasi dengan Kabupaten Kota agar kasus yang hari-hari ini semakin meningkat segera teratasi. Menggalakkan juga vaksinasi booster,” ujar Aji, saat ditemui di Museum Sonobudoyo, Senin (7/11/2022).
2. Prokes dimasyarakat mulai kendur

Peningkatan kasus COVID-19 belakang ini disebut Aji tidak lepas karena kepatuhan masyarakat untuk menjaga prokes mulai kendur. “Kaitan orang juga mulai abai, terhadap protokol kesehatan. Orang kalau keluar kota itu, seperti sudah gak COVID-19, kebawa ke sini akhirnya,” kata Aji.
Di samping itu, Aji menyebut pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi. Disebut Aji, banyak masyarakat juga yang belum melakukan vaksinasi.
“Selain vaksin booster banyak yang belum melakukan vaksinasi. Ini menjadi penyebab kasus meningkat. Mohon perhatian pada masyarakat agar tidak abai prokes dan vaksin,” ujar Aji.
3. Stok vaksin telah tersedia

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari, mengatakan proses vaksinasi disebut sempat mengalami kendala karena ketersediaan stok vaksin. Selain juga minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi mulai menurun.
"Saat ini vaksin sudah mulai masuk dan disegerakan vaksinasi, agar herd immunity bisa tercapai. Untuk masyarakat mungkin perlu trigger, seperti syarat perjalanan harus booster," ujar Hestu.
DIY sendiri mendapat ribuan vial vaksin COVID-19. "Terakhir DIY sendiri mendapat 1.950 vial dan 598 vial, expired bulan Februari 2023. Satu vial itu bisa untuk 10 dosis. Harapannya masyarakat segera vaksin. Capaian vaksin booster di DIY saat ini masih 43,78 persen dari target 2,8 juta sasaran," ujarnya.

















