Yogyakarta, IDN Times - Kesenjangan antara narasi optimisme pemerintah dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari ini akhirnya disorot oleh sejumlah pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat Diskusi Pojok Bulaksumur pada Selasa (19/5/2026).
Dosen Departemen Manajemen Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Media Wahyudi Askar, menilai pemerintah saat ini lebih fokus menjaga stabilitas narasi ekonomi dibanding melihat kondisi masyarakat secara langsung. Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dan memiliki akses informasi yang lebih luas dibanding sebelumnya.
Ia mengatakan tekanan ekonomi dapat dirasakan masyarakat melalui sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga melemahnya daya beli. Kondisi itu membuat publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara data pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah dengan realitas yang mereka alami sehari-hari.
“Problem terbesar hari ini adalah terlalu jauh antara angka yang dinarasikan oleh pemerintah dengan realita di lapangan. Apa yang dipaparkan pemerintah tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
