Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
John Wick Mati Diracun, Pemilik Anjing Kumpulkan Bukti Cari Pelaku
John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul mati setelah makan daging ayam. (Dokumentasi pemilik John Wick)
  • Anjing Labrador bernama John Wick mati mendadak pada 16 Juli 2026 setelah memakan potongan ayam berserbuk putih di dekat pagar rumah keluarga di Banguntapan, Bantul.
  • Rekaman CCTV menunjukkan pengendara motor matic putih berhenti sekitar lima menit di depan rumah sebelum kejadian, tetapi keluarga belum menemukan identitas maupun pelat kendaraannya.
  • Keluarga memasang spanduk dan poster setelah mengalami trauma kehilangan, serta masih mempertimbangkan jalur hukum meski bukti terbatas dan berharap pelaku bertanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bantul, IDN Times - Kematian John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, meninggalkan duka sekaligus tanda tanya. Anjing berusia 5,5 tahun itu mati mendadak pada pertengahan Juli lalu setelah diduga memakan potongan daging ayam yang mengandung racun.

Sekitar tiga minggu setelah kejadian, dua spanduk bernada kecaman terpasang di pagar rumah keluarga tersebut. Salah satunya berbunyi 'Pembunuh!! Semoga Kamu Tidak Selamat Di Jalan'.

Sedangkan spanduk lain bertuliskan 'Pengecut!!! Aku Doakan Umur Anakmu Kelak Tidak Akan Melebihi Umur Anjingku Yang Kau Bunuh!!!'

Foto spanduk ini viral di media sosial. Menurut Paschal (23), putra dari keluarga tersebut, menegaskan mereka tidak mengunggah foto spanduk yang menjadi viral di media sosial.

"Ya, jadi kalau yang di Threads itu sebenarnya bukan kita yang masang. Itu kaya orang random saja. Jadi kita ya juga kaget, kok muncul di Threads, terus Instagram, TikTok," kata Paschal ditemui di kediamannya, Jumat (14/8/2026).

1. Kronologi kematian John Wick diduga diracun

John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul mati setelah makan daging ayam. (Dokumentasi pemilik John Wick)

Menurut Paschal, kejadian sudah berlangsung pada 16 Juli 2026. Saat itu, rutinitas pagi di rumah berjalan seperti biasa. Ibunya keluar untuk menyiram tanaman dan John Wick dikeluarkan dari rumah, tapi tetap berada di dalam pagar.

Tanpa diduga, John Wick menemukan makanan di dekat pintu pagar dan langsung memakannya. Ini terlihat dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di rumah. "Nah, anjing saya tuh nemu ada makanan di situ, di luar pintu situ. Dia makan," kata Paschal.

Tidak lama setelah memakan makanan tersebut, tubuh John Wick langsung menunjukkan reaksi. Anjingnya mengalami kejang cukup parah dan dalam waktu singkat kondisinya memburuk.

"Langsung itu kayak ada reaksi kejang yang agak parah. Dan sekitaran ya 2, 3 menit atau 5 menit dia sudah terpar di situ, Sudah gak ada gitu. Jadi sesecepat itu dia gak ada," bebernya.

Saat kejadian berlangsung, Paschal masih berada di kamar. Ia baru terbangun setelah mendengar ibunya berteriak histeris meminta pertolongan ayahnya.

Orangtua Paschal berusaha memberikan pertolongan, dengan memberi minum air putih. Namun kondisi anjingnya sudah parah. Pada potongan daging ayam yang dimakan John Wick, terdapat serbuk putih yang menurut keluarga diduga sebagai racun.

"Kita duga bahwa ini racun yang membunuh dia. Daging yang ini, nah kayak gini putih-putihnya ini serbuknya," kata Paschal menunjukkan foto daging ayam tersebut.

Sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga akhirnya memilih menguburkan John Wick di halaman depan rumah. Tempat itu merupakan area yang paling sering digunakan anjingnya untuk bermain ketika dikeluarkan dari rumah.

2. Rekaman CCTV ungkap pengendara motor misterius

John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul mati setelah makan daging ayam. (Dokumentasi pemilik John Wick)

Setelah kematian John Wick, keluarga mencari kemungkinan orang yang meletakkan makanan. Ayah Paschal meminta agar rekaman CCTV diperiksa.

Perhatian mereka tertuju pada rekaman sekitar pukul 06.30 WIB. Ada seorang pengendara motor yang berhenti cukup lama tepat di depan rumah. "Nah hingga menit jam sekitaran setengah 7, kok ada motor di sini tuh lama, sekitar 5 menitan gitulah," kata Paschal.

Pengendara tersebut tidak langsung pergi. Dari rekaman CCTV, ia terlihat diam di atas motor selama beberapa menit. Paschal menyebut sosok tersebut tampak memegang telepon seluler dan diduga sempat menyalakan rokok. Ada pula gerakan tubuh yang menurut Paschal menimbulkan kecurigaan keluarga.

"Nah ya sudah kita asumsikan itu memang pelakunya gitu. Karena yang kelihatan paling lama itu ya dia dan persis di depan gerbang," lanjutnya.

Dalam rekaman terlihat sebuah kendaraan motor matic putih, pengendara mengenakan jaket hitam dan sepatu sneakers. Namun nomor polisi kendaraan tidak terlihat. Keluarga pun berusaha mengikuti pergerakan kendaraan tersebut melalui rekaman CCTV lain di sekitar kawasan.

Salah satu rekaman yang diperiksa berasal dari titik lain di kawasan Sorowajan. Menurut Paschal, kamera di lokasi itu justru menjadi salah satu rekaman dengan sudut pandang paling jelas terhadap jalan.

"Sudah paling clear, sudah posisi angle ke jalannya sudah paling jelas, tetap gak kelihatan. Dan wah kayaknya memang gak pakai ini, gak pakai pelat kayaknya," tuturnya. Dari rangkaian rekaman tersebut, Paschal menyusun sketsa perjalanan si pengendara misterius itu.

Dari hasil penelusuran, ia dan keluarganya belum menemukan identitas pengendara maupun kendaraan yang dicurigai. Paschal juga sempat mencoba menyisir kawasan sekitar untuk mencari kendaraan dengan ciri serupa.

Akan tetapi, bagi Paschal, ada beberapa hal yang membuat keluarganya menduga kematian John Wick bukan kejadian acak.

John Wick tidak pernah dibiarkan berkeliaran di luar pagar. Lokasi makanan juga berada tepat di area yang biasa menjadi tempat John Wick bermain. Selain itu, pengendara yang dicurigai datang sekitar 30 menit sebelum ibu Paschal biasanya keluar menyiram tanaman.

"Dengan gak pakai pelat nomor, dia sudah tahu di mana anjing saya sering keluar, kepalanya di mana gitu, ditaruhnya di situ. Jamnya kok 30 menit sebelum ibu saya keluar kok terlalu terlalu rapi ya."

Keluarga juga tidak mengetahui ada masalah antara John Wick dan warga sekitar. Selama dipelihara, tidak ada keluhan yang mereka terima terkait keberadaan anjing tersebut.

Keluarga pun sempat mendapat informasi mengenai anjing lain yang mengalami keracunan sekitar sepekan setelah John Wick mati. Informasi itu diperoleh Paschal ketika mencoba meminta rekaman CCTV dari sebuah grosir di sebelah timur rumah.

Menurut cerita pemilik grosir, ada anjing di kawasan tersebut keracunan beberapa hari setelah kematian John Wick. Namun, Paschal belum dapat memastikan apakah kedua kejadian tersebut saling berkaitan.

"Jadi kayak memang pada dibiarkan dibuka, anjingnya pada keluyuran di luar terus ada yang ngasih makan (diduga beracun) terus sejam baru gak ada (mati)," ungkapnya.

Meski demikian, menurut Paschal, kondisi yang dialami John Wick terasa berbeda karena anjing tersebut berada di dalam pagar dan makanan diduga sengaja diletakkan di lokasi bermain yang biasa digunakan anjingnya.

3. Spanduk berisi rasa trauma dan kehilangan

John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul mati setelah makan daging ayam. (Dokumentasi pemilik John Wick)

Setelah kejadian, keluarga yang terbiasa duduk bersama di luar rumah pada sore atau malam hari mendadak merasakan suasana yang berbeda. Selama lima tahun, John Wick selalu menjadi bagian dari momen tersebut.

Paschal mengatakan sang ibu menjadi pihak yang paling terpukul karena menyaksikan langsung John Wick mengalami kejang hingga akhirnya mati.

Pada malam hari setelah peristiwa kematian John Wick, muncul gagasan untuk membuat dan memasang spanduk kecaman. Spanduk pun akhirnya dipasang pada 17 Juli 2026.

"Jadi malam ya kita kan trauma toh, wah ada kayak ya itu anjing yang sudah kita sayang banget terus sudah bagian jadi keluarga gitu," ungkap Paschal.

Selain spanduk, keluarga juga memasang poster kecil bergambar sosok yang ciri-cirinya disesuaikan dengan orang yang terekam CCTV. Poster itu bertuliskan 'Iblis Penyebar Racun, Waspadai Hewan Peliharaan Ab!!'

Bagi keluarga Paschal, anjing bukan sekadar hewan peliharaan. Sebelum John Wick, mereka memelihara tiga anjing. Pertama, mati diracun pada 2011. Kemudian memelihara anjing jenis Labrador dan Beagle yang mati karena usia.

"Pokoknya kayak rumah nek ora ono kirik iku kayak mboseni gitulah. Ya sampai sekarang ini gak ada anjingnya kita kayak bosan. Nggarap skripsi (sekarang) ya pengin ngelus-ngelus aduh wis," kenang Paschal.

4. Masih pertimbangkan jalur hukum

John Wick, anjing Labrador milik warga Sorowajan, Jomblangan, Banguntapan, Kabupaten Bantul mati setelah makan daging ayam. (Dokumentasi pemilik John Wick)

Lebih lanjut, Paschal mengatakan saat ini keluarga belum menutup kemungkinan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Namun, mereka menyadari bukti yang dimiliki masih terbatas.

Ketiadaan nomor polisi kendaraan menjadi kendala utama. Selain itu, waktu yang telah berlalu membuat sebagian rekaman CCTV berpotensi terhapus otomatis oleh sistem.

Meski demikian, Paschal menegaskan keluarganya tidak menganggap persoalan tersebut selesai. Bagi mereka, John Wick tetap bagian keluarga, mereka pun menginginkan keadilan.

"Kita tuh kalau ikhlas ya gak sih. Soalnya tetap keluarga toh anjing itu. Jadi ya ya tentu kita penginnya juga keadilan gitulah," katanya.

Keluarga juga tidak memaksakan ekspektasi besar. Mereka hanya berharap, orang yang diduga sebagai pelaku suatu saat membaca spanduk tadi, lalu menyadari perbuatannya dan bersedia bertanggung jawab.

"Harapan kita tuh kalau orangnya lewat lihat. Kalau dari segi pelaku jelas kita harapannya dia bisa datang, minta maaf dan hadapi konsekuensi hukumnya gitu. Selayaknya manusia yang bertanggung jawab karena sudah melakukan tindakan seperti itu," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article