Gelaran Jogja Fashion Week 2024. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Perwakilan panitia JFW 2026, Aulia mengatakan salah satu pembeda tahun ini adalah semakin beragamnya pengisi panggung utama. Selain sesi reguler, terdapat panggung khusus untuk pelajar dan mahasiswa, anak-anak, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY, serta Indonesian Fashion Chamber (IFC).
“Ini baru pertama kali ada di Jogja Fashion Week, di mana sesi khusus asosiasi APPMI dan IFC akan menampilkan total tokoh-tokoh fashion designer dari DIY secara penuh pada tahun 2026. Ini menjadi sesuatu yang spesial,” kata Aulia.
Hari pertama, Kamis (13/8/2026), dibuka dengan Young Talents Fashion Showcase yang menampilkan karya siswa dan lembaga pendidikan. Setelah itu, pengunjung dapat menyaksikan panggung Urban Pulse dan Simplicity in Style.
Sementara pada Jumat (14/8/2026), panggung diisi antara lain APPMI Fashion Tendance 2027, Modest Muse, dan Modest in Motion. Rangkaian JFW 2026 berlanjut pada Sabtu (15/8/2026) dengan menghadirkan panggung Kids N Teen. Sesi ini memberikan ruang bagi karya busana anak dan remaja dari sejumlah desainer dan brand. Selanjutnya, pengunjung dapat menikmati Twilight Allure pada sore hari dan Luminous Night pada malam hari.
Sejumlah nama desainer yang tampil di antaranya Itang Yunasz, Ferry Setiawan, Dadang Koesdarto, Eko Rudianto, hingga sejumlah desainer dan pelaku fesyen dari berbagai daerah. Pada hari terakhir, Minggu (16/8/2026), agenda dibuka dengan Grand Final Jogja Young Fashion Designer Competition 2026 bertema “Identity in Motion”. Sebanyak 20 finalis dari berbagai daerah akan berkompetisi dalam ajang tersebut. Panggung kemudian dilanjutkan dengan IFC Trend Show 2026/2027 “RECODE”, Casual Redefined, dan ditutup melalui Closing Ceremony Urban Menswear.