Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, dalam setiap pertemuan dengan para tokoh bangsa, GNB menyampaikan berbagai aspirasi dan keresahan yang dihimpun dari masyarakat.
Menurut Lukman, dari berbagai masukan muncul kesimpulan bahwa keresahan masyarakat bermuara pada menurunnya kepercayaan publik terhadap berbagai institusi.
"Ketidakpercayaan tidak hanya terhadap institusi negara, aparatur penegakan hukum kita, tapi hampir di semua sektor dan bidang kehidupan kemasyarakatan kita," kata Lukman.
Ia mengatakan dalam diskusi bersama Sri Sultan, ada dua isu yang menjadi perhatian utama. Selain akuntabilitas, yakni persoalan inkonsistensi penegakan hukum.
"Dan beliau tadi sangat concern dengan dua hal tadi agar ini bisa lebih ditegakkan secara konsekuen, sehingga trust publik itu bisa kembali sebagaimana diharapkan," ucapnya.
Pertemuan itu juga membahas pentingnya penguatan integritas aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, KPK, hingga lembaga peradilan. Integritas, kejujuran, dan keteladanan dinilai menjadi prasyarat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Para tokoh juga menyinggung persoalan Papua. Mereka menilai penyelesaian berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan publik, memerlukan dialog dan komunikasi yang lebih baik agar kepercayaan masyarakat dapat terbangun.
Hasil perbincangan bersama Sri Sultan serta para tokoh bangsa lainnya akan dirangkum dan disampaikan melalui pesan kebangsaan oleh GNB bulan depan.