Jalan Tol Jogja-Solo ruas Klaten-Prambanan dibuka fungsional selama periode angkutan Nataru 2024. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Selama periode liburan Nataru kemarin, PHRI juga melihat bagaimana Tol Yogyakarta-Solo yang diberlakukan fungsional untuk segmen Klaten-Prambanan telah membawa pengaruh pada sektor perhotelan di DIY, baik positif maupun negatif.
Sisi positifnya, ruas yang diberlakukan fungsional telah meningkatkan aksesibilitas dan lebih mendekatkan para wisatawan ke perhotelan DIY.
Sementara bagian negatifnya, para wisatawan jadi cenderung melakukan one day tour atau liburan singkat dengan durasi yang hanya memakan waktu satu hari saja di wilayah DIY.
Para wisatawan antara memilih langsung pulang atau beranjak ke destinasi lain dan menginap di luar DIY.
"Ya kenapa seperti itu, satu kemungkinan event-event yang digelar kita kurang, kedua karena mungkin akomodasi kita sudah tidak mencukupi. Mungkin lho ya, ini ada dua indikasi hasil rapat kita," imbuh Deddy.
"Oleh karena itu yang td saya sampaikan, ada villa (kos harian-homestay) yang bisa menampung sah-sah aja kan, yang kita permasalahkan itu kena pajak, nggak, villa tersebut disetorkan ke pemerintah atau nggak, karena itu kan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kalau PAD-nya meningkat otomatis kan bisa mengembangkan infrastruktur, pariwisata kita, jangan hanya anggota kami yang diobyak-obyak karena PAD-nya kurang," pungkasnya.