Investor Amerika Tertarik Berinvestasi di Pengelolaan Sampah Bawuran

Kelola sampah jadi bahan baku industri

Intinya Sih...

  • Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) di Bawuran tetap berjalan dengan investasi dari investor Amerika.
  • ITF di Bawuran akan mengubah sampah menjadi bahan baku industri yang berguna seperti mebel, bukan hanya pupuk, dengan luas tanah yang bisa dimanfaatkan oleh DIY dan kabupaten lain.
  • Sekda DIY, Beny Suharsono, mengungkapkan adanya calon investor dari Amerika yang tertarik berinvestasi dalam proyek ITF di Bawuran untuk mengolah sampah menjadi bahan baku industri dalam skala besar.

Yogyakarta, IDN Times - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) untuk menangani persoalan sampah di Bawuran, Pleret, Bantul tetap berjalan. Investor dari Amerika disebut tertarik berinvestaai.

"Tahap kedua baru tahun ini. Ya anggaran kan ra isoh (tidak bisa) satu tahap. Harus dua tahap. Nanti kan dimulai," ungkap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (8/7/2024).

1. Olahan sampah jadi bahan baku industri

Investor Amerika Tertarik Berinvestasi di Pengelolaan Sampah Bawuranilustrasi daur ulang sampah dapur (freepik.com/freepik)

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan sudah terdapat komitmen untuk pembangunan ITF di Bawuran, yang akan membuat sampah lebih berguna, yaitu menjadi olahan bahan baku industri. 

"Justru bagi kami Bawuran (ITF) itu sebagai bentuk sampah menjadi bahan baku industri. Bukan sekedar sampah dibuang," ungkap Sri Sultan.

2. Kabupaten lain diharapkan manfaatkan ITF

Investor Amerika Tertarik Berinvestasi di Pengelolaan Sampah BawuranGubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Diungkapkan Sri Sultan, tanah di Bawuran sangat luas, diharapkan tidak hanya Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta yang memanfaatkannya, tapi juga kabupaten lain di DIY.

"Produknya kan ada, bisa jadi mebel, dan sebagainya. Bukan sekedar sampah jadi pupuk. Pupuk itu hanya 20 persen, sisanya bahan baku industri dari sampah," kata Sri Sultan.

Baca Juga: Puluhan Pelanggar Perda di Kota Jogja Disidang, 3 Terkait Sampah

3. Investor dari Amerika tertarik berinvestasi di Bawuran

Investor Amerika Tertarik Berinvestasi di Pengelolaan Sampah BawuranSekda DIY, Beny Suharsono. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono menambahkan sudah ada calon investor yang melirik berinvestasi dalam proyek ini. Calon investor tersebut, dikatakan Beny berasal dari luar negeri.

"Investor dari Amerika. Sudah datang ke Kepatihan (Kantor Gubernur DIY), cuma memang butuh proses. Bawuran kan proses industri. Itu kan butuh investasi dan tidak jangka pendek, tapi jangka menengah dan panjang yang nantinya diolah menjadi bahan baku industri, menjadi skala besar. Satunya mengolah sampah, satunya mengolah hasil sampah, di sana ada dua," ujar Beny.

Baca Juga: 39 Siswa Difabel Tak Dapat Sekolah, Disdikpora Jogja Ungkap Kendalanya

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya