Pengunjung Meningkat 1.000 Persen, Malioboro Zero Pencopet

- Lonjakan pengunjung di Malioboro mencapai 1.000 persen
- Zero pencopetan selama libur Natal dan Tahun Baru, fokus pada keamanan dan penanganan anak yang terpisah dari orang tua
Yogyakarta, IDN Times - Perayaan malam Tahun Baru di Kota Jogja berjalan lancar. Jalan Malioboro menjadi pusat perayaan pergantian tahun.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang memantau langsung di Malioboro menjelaskan situasi tetap terkendali. Ia menyebut peningkatan volume kendaraan tahun ini cukup signifikan. “Yang masuk ke Jogja hampir dua juta lebih kendaraan dari segala penjuru, Utara, Selatan, Timur, dan Barat,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Hasto memastikan meski Malioboro ramai dipadati warga angka kriminalitas dapat ditekan. Bahkan menurutnya tidak ada aksi pencopetan.
1. Lonjakan warga di Malioboro capai 1.000 persen

Menurut Hasto, lonjakan juga terjadi pada jumlah pengunjung Malioboro. Berdasarkan data kepolisian, peningkatannya diprediksi mencapai 1.000 persen pada malam itu. Meski demikian, suasana tetap relatif aman.
Hasto mengaku bersyukur karena selama libur Natal dan Tahun Baru tidak ditemukan kasus pencopetan. “Zero pencopet. Ini patut kita syukuri,” katanya singkat.
Di sela pemantauan, perhatian Hasto tertuju pada aspek kemanusiaan. Ia menyoroti kecepatan respons petugas ketika menangani anak-anak yang terpisah dari orang tuanya di tengah kerumunan. Tercatat delapan kejadian, dan seluruhnya berhasil ditangani kurang dari 15 menit.
“Ini penting. Pengunjung harus merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
2. Perhatikan juga persoalan sampah
Dalam pantuannya Hasto tidak hanya fokus pada soal keamanan, kebersihan kota juga menjadi fokus. Lima titik strategis disiagakan petugas kebersihan, mulai dari kawasan Tugu, Titik Nol Kilometer, Kridosono, hingga area parkir Ngabean. Petugas dipersiapkan untuk langsung memilah dan mengangkut sampah, terutama di lokasi yang berpotensi digunakan untuk menyalakan kembang api.
Hasto menetapkan batas waktu yang jelas. Pukul 02.00 WIB, kawasan tersebut harus kembali bersih. “Saya beri waktu sampai jam dua. Setelah itu, harus sudah beres,” tegasnya.
3. Pantau langsung dengan sepeda motor

Pada Rabu (31/12/2025) malam, Hasto memilih turun langsung ke jalan. Bukan dengan kendaraan dinas, melainkan sepeda motor bebek menyusuri Malioboro dan titik-titik rawan keramaian. Keputusan itu diambilnya agar bisa melihat, merasakan, dan memastikan sendiri kondisi kota yang sedang berada di puncak kepadatan.
Pilihan Hasto berkeliling dengan sepeda motor bukan tanpa alasan. Selain menghindari kemacetan, ia ingin merasakan langsung denyut kota di malam pergantian tahun.
“Kalau macet, justru lebih efektif naik motor. Bisa melihat dan merasakan langsung kondisi di lapangan,” ucapnya.

















