GKR Mangkubumi Dorong Kadin DIY Kuatkan Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah

- GKR Mangkubumi menegaskan Kadin DIY bukan hanya pelaku ekonomi, tapi mitra strategis pembangunan daerah yang mendorong iklim usaha kondusif dan kolaborasi lintas sektor.
- Momentum Syawalan dijadikan ajang memperkuat silaturahmi dan komitmen kebersamaan antar pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk memajukan ekonomi Yogyakarta.
- Prof. Agung Budiyanto menekankan Syawalan sebagai pengingat nilai ketaatan, kejujuran, dan kesetiaan pasca-Ramadan; acara juga disertai pemberian bantuan kepada panti asuhan oleh Kadin DIY.
Yogyakarta, IDN Times – Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY), GKR Mangkubumi, menegaskan peran dunia usaha bukan sekadar menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Kadin DIY memandang bahwa peran dunia usaha bukan sekadar menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah,” ungkap GKR Mangkubumi saat agenda Syawalan Kadin DIY, di Ndalem Mangkumen Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026).
1. Ciptakan iklim usaha yang kondusif

GKR Mangkubumi mengatakan Kadin DIY terus berkomitmen untuk mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif. Selain itu juga memperkuat daya saing pelaku usaha, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi daerah.
Selanjutnya GKR Mangkubumi menjelaskan DIY memiliki potensi besar, baik dari sisi kreativitas masyarakat, kekuatan UMKM, sektor pariwisata, pendidikan, maupun ekonomi kreatif. Potensi tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dikelola melalui kemitraan yang solid dan kolaborasi yang berkelanjutan.
“Melalui momentum Syawalan ini, saya mengajak seluruh keluarga besar Kadin DIY untuk terus memperkuat kebersamaan, memperluas jejaring kerja sama, serta membangun semangat gotong royong dalam memajukan perekonomian daerah,” harap GKR Mangkubumi.
2. Kuatkan komitmen kebersamaan

GKR Mangkubumi mengatakan momentum syawalan merupakan tradisi luhur masyarakat Yogyakarta yang sarat dengan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan saling memaafkan. Menurut GKR Mangkubumi, dalam semangat Idul Fitri, momen ini tidak hanya mempererat silaturahmi secara personal, tetapi juga memperkuat komitmen kebersamaan sebagai bagian dari ekosistem dunia usaha yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan daerah.
“Tema yang kita angkat pada kesempatan ini, Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah, mengandung makna yang sangat mendalam,” jelas GKR Mangkubumi.
GKR Mangkubumi menyatakan bahwa dalam dinamika ekonomi yang terus berkembang, tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Kemajuan ekonomi daerah hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan.
3. Kukuhkan nilai yang telah dilatih selama Ramadan

Guru Besar FKH UGM, Prof. Agung Budiyanto mengungkapkan syawalan bukan sekadar tradisi berkumpul dan bersilaturahmi. Menurut Agung, syawalan adalah momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai yang telah dilatih selama bulan Ramadhan. Ada tiga isu penting yang tidak bisa dilepaskan dari Ramadhan dan harus kita bawa dalam kehidupan setelahnya, yaitu ketaatan, kejujuran, dan kesetiaan.
Dalam kesempatan tersebut Kadin DIY juga memberikan bantuan dan dukungan kepada panti asuhan. “Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan baik finansial dan non-finansial sehingga acara Halalbihalal/Syawalan Kadin DIY daat berjalan dengan lancar dan baik,” jelas Ketua Panitia, Heroe Poerwadi.


















![[QUIZ] Kamu Mudah Dimanipulasi atau Punya Batasan Kuat? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-karolina-grabowska-6134903-120d99068824bc16e20fee794f36b728-c5babad5ba5357e885badf08634924d9.jpg)