Fenomena api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, sebabkan barang-barang di dalam rumah hangus terbakar. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM yang hadir di lokasi pada 1 Juni 2026 menemukan senyawa yang diduga menjadi pemicu utama, yaitu gas hidrogen (H2), dengan konsentrasi tinggi di salah satu kamar.
Koordinator Tim PKPE UGM, Alva Edy Tontowi, menyampaikan bahwa gas hidrogen ini diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam. Keluarga Fia memang menjalankan usaha pemotongan ayam di samping rumah mereka.
Selain gas hidrogen, tim menduga ada gas fosfin (PH3) yang terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam. Gas fosfin lebih mudah tersulut api pada suhu ruang dan kemungkinan memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Mekanisme ini masih perlu diselidiki lebih mendalam.
Fenomena ini diklasifikasikan sebagai auto ignition atau spontaneous ignition (pembakaran spontan), yakni saat suatu bahan memicu panasnya sendiri tanpa sumber api dari luar.
Sebagai langkah sementara, Tim UGM merekomendasikan ventilasi rumah dibuka secara maksimal dan dipasang blower atau kipas angin untuk mencegah akumulasi gas. Barang-barang mudah terbakar juga disarankan dipindahkan.
Tim UGM juga akan melakukan penjenuhan cairan basa berupa air kapur pada tanah dan lantai rumah, untuk menekan kemungkinan adanya bakteri Clostridium yang berperan dalam menghasilkan gas hidrogen.