Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dugaan Keracunan MBG, Pemkab Bantul Tunggu Hasil Laboratorium
Ilustrasi siswa diduga keracunan MBG.(Dok Warga)

  • Dua kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Bantul, melibatkan total 175 siswa dari beberapa SD di Kapanewon Pundong dan Selopamioro.
  • Pemerintah Kabupaten Bantul menutup sementara dua SPPG penyalur MBG sambil menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
  • Pemkab Bantul berencana memperkuat pengawasan program MBG hingga tingkat kapanewon, termasuk memantau rantai pasok makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Dua kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Bantul. Sebanyak 19 siswa di SD Monggang Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul diduga keracunan menu MBG. Satu pekan sebelumnya, tepatnya pada Kamis (2/4/2026) sebanyak 156 siswa di Kalurahan Selopamioro juga diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.

‎‎Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji membenarkan adanya dugaan keracunan usai siswa menyantap MBG yang didistribusikan oleh salah satu SPPG yang ada Kapanewon Pundong.

‎‎"Kalau tidak salah kejadiannya itu pada hari Kamis (2/4/2026) pekan kemarin, namun kasus tersebut sudah selesai kok," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

1. ‎2 SPPG ditutup sementara

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji.(IDN Times/Daruwaskita)

Menurutnya jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan akibat MBG sebanyak 156 siswa tersebar di enam sekolah SD yang ada di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong. ‎"Untuk saat ini SPPG yang menyediakan MBG untuk sementara ditutup sementara," ungkapnya.

‎Penyebab pasti keracunan, Hermawan mengaku pihaknya masih menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan sekitar 10 hari dari pengiriman sampel.

‎"Jadi sampai hari ini kita belum tahu penyebab pasti dugaan keracunan MBG yang menimpa 156 siswa itu. Yang jelas untuk saat ini dua SPPG yang menyalurkan MBG diduga menyebabkan keracunan ditutup sementara. Kapan SPPG akan buka kembali kewenangan dari BGN," imbuhnya.

2. Perkuat pengawasan hingga kapanewon

Ilustrasi siswa keracunan MBG.(IDN Times/Istimewa)

Agar kejadian dugaan keracunan MBG tidak terulang, Pemkab akan memperkuat pengawasan di tingkat kapanewon. ‎
‎"Ya ke depan pengawasan MBG akan kita sinergikan jajaran forum pimpinan daerah tingkat kapanewon. Tidak saja makanan tapi juga memitigasi rantai pasok makanan ke SPPG," ucapnya.

3. ‎ Dinkes Bantul tunggul hasil sampel makanan

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto.(IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan, sudah mengirimkan sampel makanan MBG ke Balai Laboratorium Kesehatan Dan Kalibrasi Yogyakarta. "Ya ini kita masih menunggu hasil laboratorium, kan baru satu pekan sampel makanan kita kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta," ungkapnya.

Sementera siswa yanhg diduga mengalami keracunan tidak perlu opname. "Jadi siswa itu mengkonsumsi MBG pada hari Rabu (1/4/2026) dan merasakan gejala keracunan makanan pada hari Kamis (2/4/2026)," ujarnya.

Editorial Team