Fakta-Fakta Belasan Siswa SD di Pundong Bantul Diduga Keracunan MBG

- Belasan siswa SD Monggang Bantul diduga keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis yang dikirim dari SPPG Srihardono 1 pada Rabu siang.
- Salah satu siswa menemukan belatung di sayur pokcoy dan susu kotak berbau busuk, diduga menjadi sumber penyebab keracunan meski masa kedaluwarsa masih lama.
- Total 19 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan diare; sebagian sudah pulih sementara SPPG menghentikan operasional sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Bantul, IDN Times - Belasan siswa SD Monggang, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (8/4/2026) siang.
Kepala Sekolah SD Monggang, Sumarni, mengatakan menu MBG dikirim dari SPPG Srihardono 1 ke sekolah sekitar pukul 08.30 WIB, kemudian dibagikan ke setiap kelas sesuai jumlah siswa.
"Saat istirahat kemudian MBG dibagikan kepada anak-anak untuk dimakan," ujarnya saat ditemui di SD Monggang, Kamis (9/4/2026).
1. Siswa menemukan ada belatung di sayur pokcoy

Sumarni mengatakan setelah MBG dibagikan, siswa mulai mengonsumsinya. Namun, seorang siswa kelas VI menemukan belatung dalam makanan tersebut. Ia menyebut wadah MBG kemudian dibawa ke kantor guru untuk ditindaklanjuti.
"Setelah saya bapak ibu guru untuk ke kelas masing-masing. Pokoknya MBG yang belum dimakan jangan dimakan terlebih dahulu oleh siswa," ujarnya.
2. Ditemukan bau busuk menyengat dari susu kotak

Sumarni mengatakan sejumlah menu MBG lain juga dibawa ke kantor guru karena tercium bau tidak sedap. Setelah diperiksa, sumber bau diketahui berasal dari susu kotak.
"Kan masih ada susu kotak yang belum diminum oleh siswa dan saya minta ditarik ke kantor untuk dimintakan ganti ke SPPG," ungkapnya.
Sumarni menduga penyebab keracunan berasal dari susu kotak yang berbau menyengat meski masa kedaluwarsa masih 2027. Saat diperiksa, isi susu juga ditemukan belatung.
"Jadi apakah belatung yang ada dalam sayur pokcoy itu berasal dari belatung yang ada di susu kotak atau bukan saya tidak tahu. Kan bisa saja belatung keluar dari kotak susu kemudian bergerak ke sayur pokcoy yang ada dalam ompreng," tandasnya.
3. Belasan siswa dilarikan ke Puskesmas Pundong dengan gejala keracunan makanan

Sumarni mengatakan awalnya satu siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG dan dibawa ke Puskesmas Pundong. Jumlah siswa yang mengalami gejala kemudian bertambah.
"Siswa itu baru ditangani di IGD puskesmas ternyata jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan terus bertambah dan langsung dibawa ke puskesmas kembali," ungkapnya.
Ia menyebut total ada 18 siswa yang mengalami gejala keracunan dan diperbolehkan pulang. Pada hari berikutnya, jumlahnya bertambah satu siswa sehingga total menjadi 19 siswa.
"Kemarin itu total ada 18 siswa yang mengalami gejala keracunan makanan namun diperbolehkan pulang dan hari ini bertambah satu siswa lagi. Jadi totalnya 19 siswa," tambahnya.
4. Sembilan siswa yang diduga keracunan MBG belum masuk sekolah

Juru bicara sekaligus guru olahraga SD Monggang, Sarjito, mengatakan penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 113 siswa dan 14 guru. Dari 19 siswa yang diduga mengalami keracunan, sebagian sudah kembali masuk sekolah, sementara lainnya masih absen.
"Kami komunikasi dengan orang tua siswa yang belum masuk sekolah. Alasannya anak-anak masih merasakan mual, pusing dan diare sehingga belum bisa belajar di sekolah hari ini," tuturnya.
Ia menambahkan, setelah ditemukan belatung, pihak sekolah meminta guru mengecek kelayakan makanan. Seluruh menu MBG kemudian ditarik, terutama yang belum dikonsumsi.
"Yang jelas setelah ada temuan belatung, saya minta guru kelas mengecek sayur aman atau tidak untuk dikonsumsi. Setelah ada temuan susu kotak baunya menyengat selanjutnya seluruh MBG ditarik khususnya yang belum dimakan siswa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Srihardono 1, Septiyanto, belum memberikan keterangan rinci dan menyatakan akan menyampaikan hasil setelah uji laboratorium selesai sekitar 10 hari ke depan.
"Yang jelas hari ini SPPG untuk sementara tidak beroperasi. Adanya siswa yang keracunan seluruh MBG yang belum sempat dikonsumsi juga ditarik kembali dan yang belum dikirim ke sekolah batal dikirim," tambahnya.

















