Di era digital, perangkat pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari komunikasi hingga pendidikan, kita semakin tergantung pada teknologi. Namun, penggunaan teknologi yang terus-menerus ini dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti kelelahan mata, kurang tidur, dan penurunan kualitas interaksi sosial.
Itulah sebabnya banyak perusahaan teknologi telah mengembangkan fitur Digital Wellbeing atau kesejahteraan digital, yang bertujuan menjaga keseimbangan pengguna dalam penggunaan teknologi. Ironisnya, meskipun fitur ini disediakan, seringkali pengguna kurang memanfaatkannya atau bahkan tidak menyadari keberadaannya.
