Ilustrasi lokasi salat idulfitri di kabupaten bantul (pexels.com/@aksbykas)
Mengutip unggahan Instagram Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Idul Fitri dimaknai sebagai momen kembali ke fitrah. Selain memperbaiki hubungan dengan sesama, masyarakat juga diajak menjaga relasi dengan alam.
PWM DIY mendorong sejumlah langkah sederhana untuk mewujudkan Idul Fitri yang lebih ramah lingkungan. Di antaranya mengurangi penggunaan plastik dengan membawa wadah makanan yang bisa dipakai ulang saat mudik atau berbagi hidangan.
Masyarakat juga diimbau mengambil makanan secukupnya guna menghindari pemborosan saat open house maupun silaturahmi. Selain itu, penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti kertas daur ulang, kain, atau keranjang bambu juga dianjurkan untuk membungkus hadiah.
Upaya lain yang disarankan yakni memilih cara silaturahmi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berbagi kendaraan. Tak kalah penting, efisiensi energi juga perlu diperhatikan dengan mematikan perangkat elektronik saat bepergian dan menggunakan listrik secara bijak selama Idul Fitri.