Yogyakarta, IDN Times - Di antara lumpur yang belum sepenuhnya kering dan bangunan yang masih meninggalkan jejak genangan, aktivitas belajar di wilayah Aceh Tamiang mulai kembali bergeliat. Di Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, kegiatan belajar tatap muka sudah hidup kembali. Banjir tidak menyebabkan kerusakan berat pada bangunan sekolah. Namun, sebagian siswa terpaksa mengikuti pelajaran tanpa seragam karena pakaian mereka terendam dan hanyut terbawa arus.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra (UNSAM) terlibat aktif mendukung pelaksanaan pendidikan darurat di wilayah terdampak. Mereka tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga mendampingi proses belajar sekaligus memberi semangat bagi anak-anak yang berupaya pulih dari trauma bencana. Mereka lantas menginisiasi kelas tambahan di kantor kepala desa. Ruang tersebut dimanfaatkan sebagai kelas darurat yang digunakan untuk mendukung proses belajar siswa.
